Warga di Rembang, rusak kursi balai desa, memprotes data penerima Bantuan

  • Whatsapp
blt dana desa ricuh
Foto Dok rmoljateng.com

fokusmuria.co.id, REMBANG – Masyarakat merusak kursi balai desa sampai hancur amburadul. Diduga hal tersebut sebab protes permasalahan data penerima bantuan sosial tunai (BST) efek Covid-19.

Kepala Desa Sumberejo, Mulyanto pada media memaparkan, kekacauan ini berawal saat akan berjalan Musyawarah Desa (Musdes) Khusus mengkaji Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari sumber dana desa (DD).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Rembang, Kamis (18 Juni 2020)

Mendadak ada enam orang masyarakat, yaitu Mino, Rizal, Narko, Taryono, Jikan serta Yuli. Mereka menanyakan mengapa yang sebelumnya tertera untuk calon penerima Bantuan sosial Covid-19, dihapus dari data.

Pihak desa beralasan mereka termasuk juga kategori keluarga mampu, hingga dipandang tidak memiliki hak terima Bantuan sosial. Enam orang itu bahkan mempunyai mobil, termasuk juga diantaranya dengan status untuk pegawai negeri sipil (PNS).

Pemerintah desa bersama-sama team sukarelawan putuskan mencoret masyarakat mampu itu. Dari keseluruhan 239 KK penerima BST Kemensos, yang dicoret sekitar 34 KK.

“Jadi awalannya mereka terdata untuk penerima Pertolongan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial, tetapi oleh team dihapus. Saya terangkan Bantuan sosial ini untuk masyarakat yang tidak mampu. Soalnya banyak penerima BST Kemensos, justru di luar data DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial). Karena itu kita seleksi lagi, supaya pas target, ” ; pungkas Mulyanto.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Rembang, Rabu (03 Juni 2020)

Mulyanto memberikan tambahan, selanjutnya masyarakat yang datang, Rizal, seorang guru pegawai negeri sempat terlibat beradu argumen dengan Sekretaris Desa Sumberejo.

Dia merasa Rizal bernada tinggi waktu mengemukakan opini, hingga disikapi dengan nada tinggi juga oleh Sekdes.

Tidak berlalu lama, Mino membanting bangku. Mulyanto bereaksi dengan nada tinggi, sebab Mino telah mengakibatkan kerusakan asset punya pemerintah desa. Sempat adu mulut sesaat, setelah itu Mino dibawa ke arah keluar balai desa.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Rembang, Selasa (23 Juni 2020)

“Saya tersinggung, asset desa kok dirusak. Saya katakan gini arep jadi jeger (jawara-Red), arep dadi geng, wis jaduk kok wani mbanting bangku. Cemen kowe. Setahu saya yang membanting bangku hanya satu orang, ” jelas Mulyanto.

Kepala desa menyerahkan insiden itu pada aparat kepolisian, untuk proses hukum selanjutnya. Dia tidak jadi masalah jika warga bertanya pertolongan sosial ke balai desa, pasti diterangkan dengan cara jelas.

Pos terkait