Viral, RSUD Soewondo Pati Tolak Pasien BPJS ?

oleh

fokusmuria.co.id, PATI – Viral video Kecewaan pasien tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari salah satu dokter IGD di RSUD RAA Soewondo Pati, yang di ketahui adalah Suyono Kepala Dusun (Kadus) di Desa Bogotanjung.

dalam video berduarsi 3 menit yang menunjukan Kemarahan Suyono karena saat memeriksakan warganya yang sedang sakit tersebut ditolak rawat inap menggunakan kartu JKN KIS maupun pembayaran secara umum, sedangkan saat memeriksakan ke RS swasta diperbolehkan dan diminta untuk rawat inap atau opname.

selain itu dalam percakapan di video tersebut Suyono mengantarkan salah satu warga (Karsan, 90 tahun) RT 6/RW II Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus untuk berobat di RSUD Soewondo Pati. Menurut pengakuannya, ditengah perjalanan sempat muntah-muntah. Namun setelah pemeriksaan di IGD oleh Dr Andika, ternyata tidak perlu dirawat inap.

Baca Juga :  3.000 blangko e-KTP Kab Pati berhasil di bagikan

Saat itu, Suyono menggunakan Kartu JKN KIS dan menawarkan pembayaran secara umum untuk rawat inap, namun tetap ditolak oleh pihak dokter jaga IGD RSUD Soewondo. Karena melihat pasien yang semakin melemah, akhirnya dibawa ke RS Swasta (RS Fastabiq).

berbeda Saat berada di RS Fastabiq, Suyono menggunakan kartu JKN KIS dan dapat diproses, bahkan diminta pihak dokter untuk rawat inap, karena kondisi pasien semakin melemah.

Setelah Mengetahui hal itu, Suyono langsung mendatangi dokter jaga IGD RSU Soewondo untuk menanyakan analisa yang tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan, Karena hal tersebut mengharuskan dirinya berpindah ke rumah sakit lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan kartu JKN KIS. Padahal sama-sama menggunakan Kartu JKN KIS yang sama.

Baca Juga :  Jamaah Tabligh Gowa terpapar Covid 19,Bupati Pati Minta Tak Perlu Khawatir

’’Yang menjadi pertanyaan itu, kenapa pakai kartu JKN KIS di RS swasta (Fastabiq) diperbolehkan, tapi di RSU Soewondo malah ditolak untuk rawat inap,’’ ujarnya, Kamis (16/1/2020).

Menanggapi persoaaln itu , Wakil Direktur Pelayanan UPT RSU RAA Soewondo, Dr. Joko Subiyono yang kami kutip dari Mitrapost.com mengaku jika pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada pasien sudah sesuai. Selain itu, saat pasien pulang dalam keadaan sudah membaik.

’’Pada saat tanggal 12 Januari, datang mr X mengantarkan pasien dengan keluhan utama kepala, badan lemas, dan dalam pembicaraan tidak pelo. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik diperoleh tanda-tanda vital, semua masih dalam batas normal, suhunya, R R-nya. Dalam pemeriksaan alat-alat geraknya masih hangat, jadi menunjukkan perfusi dari darahnya masih bagus,”

Baca Juga :  AKBP Bambang Yudhantara Salamun Menjabat Kapolres Pati

Kemudian, lanjut Dr. Joko, pasien diberikan obat ada yang injeksi untuk sakit kepala dan lambung diberikan anti muntah. Kemudian pasien dipulangkan dan dipesan untuk kontrol lagi di klinik penyakit dalam keesokan harinya.

’’Saat dipulangkan, pasien dalam kondisi membaik dan dianggap selesai oleh tim IGD,’’ imbuhnya.

Selang beberapa waktu, pihak keluarga atau pengantar datang kembali marah-marah dan membandingkan antara di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah bisa rawat inap sedangkan di RSU Soewondo tidak dapat dilakukan.

Sementara ditanya soal pasien tidak bisa rawat inap di RSU Soewondo, Dr Joko mengaku sudah sesuai aturan BPJS Kesehatan jika pasien setelah pemeriksaan tidak memenuhi syarat untuk dilakukan memenuhi syarat untuk rawat inap. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.