Tradisi Syawalan di Kudus Tahun ini, ditiadakan

  • Whatsapp

fokusmuria.co.id, KUDUS – Pasca Lebaran Banyak Sekali Tradisi yang dijalankan oleh Masyarakat Kudus, di antaranya Tradisi Syawalan, Akan tetapi di tengah Pandemi seperti ini, Pemkab Kudus memutuskan meniadakan semua tradisi Syawalan.

dilangsir dari suarabaru.id, Mutrika selaku Kabid Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, menjelaskan keputusan peniadaan perayaan Syawalan sudah ditetapkan jauh-jauh hari. Keputusan tersebut juga sudah disosialisasikan ke panitia lokal di masing-masing lokasi pelaksanaan tradisi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Kudus, Minggu (31 Mei 2020)

“Keputusannya memang tidak ada perayaan Syawalan tahun ini. Dan ini sudah disampaikan ke pemerintah desa setempat maupun panitia lokal,”ujar Mutrikah, Selasa (26/5) Kemarin.

“Mereka sudah memakluminya karena fokus pemerintah saat ini adalah berjuang melawan pandemi,”tandasnya.

Mutrika juga mengatakan, jika ada warga atau panitia lokal yang masih nekat untuk menggelar perayaan, pihaknya tetap tidak akan mengizinkan. Kecuali jika acara yang digelar semacam tradisi sederhana.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Kudus, Kamis (14 Mei 2020)

Daftar Tempat Perayaan Syawalan di Kudus

Di Kudus, perayaan Syawalan biasanya dirayakan di tujuh lokasi berbeda. Yang paling meriah dan mengundang banyak wisatawan diantaranya adalah parade sewu kupat Kanjeng Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe serta tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Selain itu, beberapa perayaan Syawalan lain seperti tradisi Lomban di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, tradisi Syawalan di Sendang Jodo, Bae dan di Sendang Dewot, Desa Wonosoco Kecamatan Undaan.

Baca Juga :  Pembatasan Jam Malam Kudus,tidak berimbang memancing reaksi Wakil Ketua DPRD

Sementara, untuk tempat pariwisata, biasanya ada dua perayaan Syawalan yang mengundang wisatawan yakni di Taman Krida Wisata dan Museum Kretek.

Pos terkait