Tata Cara Shalat Gerhana Matahari atau Bulan Lengkap Sesuai Sunnah Nabi Muhammad

  • Whatsapp
Tata Cara Shalat Gerhana Matahari atau Bulan Lengkap Sesuai Sunnah Nabi Muhammad

FokusMuria – Tata Cara Shalat Gerhana Matahari atau Bulan Lengkap Sesuai Sunnah Nabi Muhammad

Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang akan terjadi pada 10 Juni diperkirakan berlangsung selama 100 menit.

Bacaan Lainnya

Sedangkan tahap puncaknya, yang disebut cincin api (ring of fire) hanya berlangsung maksimal 3 menit 51 detik.

Gerhana Matahari Cincin terjadi saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari dalam posisi segaris. Formasi ini menciptakan bayangan Bulan di Bumi dan menutupi sebagian sinar Matahari.

Gerhana Matahari Cincin 10 Juni 2021

Pada fenomena Gerhana Matahari Cincin, Bulan berada di posisi yang jauh dari Bumi sehingga terlihat lebih kecil dari Matahari.

Pada posisi itu Bulan tak sepenuhnya menutupi Matahari, bagian yang tak tertutup yakni di di lingkaran luar yang jika dipandang dari Bumi terlihat seperti cincin api.

Menurut LAPAN, Gerhana Matahari Cincin hanya dapat disaksikan di Pulau Ellesmere dan Baffin (Kanada) serta Kawasan Siberia (Rusia) dengan ketampakan maksimum terjadi pada pukul 17.43.05 WIB / 18.43.05 WITA / 19.43.05 WIT.

Tata Cara Shalat Gerhana Matahari 2021

Shalat gerhana matahari dianjurkan ketika gerhana matahari terjadi. Tata cara shalat gerhana matahari sedikit berbeda dari shalat sunnah pada umumnya.

Berikut ini kami sebutkan rangkaian pelaksanaan shalat sunnah gerhana matahari.

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram sebagai imam atau makmum.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca ta‘awudz, Surat Al-Fatihah, dan membaca surat dalam Al-Qur’an.

4. Rukuk.

5. Itidal.

6. Baca ta‘awudz, Surat Al-Fatihah, dan membaca surat dalam Al-Qur’an.

7. Rukuk kedua.

8. Itidal kedua dan baca doa i’tidal.

9. Sujud pertama.

10. Duduk di antara dua sujud.

11. Sujud kedua.

12. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

13. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat pertama.

14. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud untuk membaca tasyahud akhir.

15. Salam.

16. Istighfar dan doa.

Amalan Saat Gerhana Matahari 2021

Adapun berikut ini sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan shalat sunnah gerhana matahari:

1. Memastikan sebelumnya terjadi gerhana matahari.

2. Shalat sunnah gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.

3. Pelaksanaan shalat sunnah gerhana dianjurkan secara berjamaah. Shalat sunnah gerhana dapat dilakukan sendiri.

4. Sebelum pelaksanaan, jamaah shalat gerhana berjamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,”As-Shalâtu jâmi’ah.”

5. Berikut ini lafal niat shalat sunnah gerhana matahari sebagai imam atau makmum:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

6. Shalat gerhana terdiri atas dua rakaat.

7. Setiap rakaat terdiri atas dua kali rukuk dan dua kali sujud.

8. Pada rukuk pertama, imam dan makmum dianjurkan membaca tasbih selama bacaan 100 ayat pada Surat Al-Baqarah. Pada rukuk kedua, imam dan makmum dianjurkan membaca tasbih selama bacaan 80 ayat pada Surat Al-Baqarah.

9. Bangun dari rukuk pertama, jamaah kembali membaca Surat Al-Fatihah dan surat sebelum rukuk kedua.

10. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.

11. Setelah shalat, imam disunnahkan menyampaikan khotbah shalat gerhana.

Setelah selesai shalat, imam atau penggantinya menyampaikan khotbah sebagaimana khotbah Jumat.

Untuk shalat sunnah gerhana matahari sendirian, tidak perlu ada khotbah. Begitu juga jika semua jamaahnya adalah perempuan.

Tetapi jika ada salah satu dari perempuan tersebut yang berdiri untuk memberikan mauidlah tidak ada masalah.

 

Demikian Artikel Tata Cara Shalat Gerhana Matahari atau Bulan Lengkap Sesuai Sunnah Nabi Muhammad.***

Pos terkait