Tanggapan RSUD Soewondo Pati, Terkait Video Viral

oleh

fokusmuria.co.id, PATI – RSU Soewondo Pati dibully warga di media sosial Facebook , karena pelayan kepada pasien BPJS seolah-olah di persulit penanganannya dan masih selalu sering terjadi pasien BPJS yang tidak mendapatkan pelayanan yang layak.

Salah satu pengguna akun Facebook yang mengunggah Vidio rekaman kejadian di RS Soewondo Pati , yang memperlihatkan adu mulut oleh warga mengantar pasien BPJS dan salah satu petugas RS Soewondo , terkesan memperlihatkan sulitnya warga sakit mau berobat dengan pelayanan BPJS dan banyak mengalami kendala kesulitan dalam mendapatkan pelayananya.

Vidio diuggah di Facebook oleh salah satu pengguna akun Facebook pukul 22:03 tgl 16-01/20 di group Facebook Wong Pati Kidol (WPK) ramai tembus 2650 komentar dan masih terus bertambah komentar komentar di group WPK Facebook ramai menanggapi unggahan Vidio pelayanan RS Soewondo yang terkesan mempersulit pelayanan pasien BPJS.

Baca Juga :  Santri di Margoyo Pati. Mulai di pulangkan Pemkab PATI

Ramainya komentar di media sosial Facebook banyak yang menyayangkan pelayanan RS Soewondo kurang maksimal , dalam melayani masyarakat .juga ada berapa akun Facebook yang menceritakan pengalaman demi pengalaman yang sama saat berobat memakai kartu BPJS ” Kenapa kebanyakan masyarakat seolah-olah di persulit Saar berobat dengan pelayanan BPJS walaupun itu juga membayar perbulan, terus ,” Ungkap salah satu komentar di group Facebook WPK

Baca Juga :  Menjelang Ramadhan, Pemkab Pati Operasi Pasar

Warga net berharap hal ini secepatnya bisa di respon oleh pemerintah kabupaten khususnya agar masyarakat tidak lagi kesulitan dalam berobat di Rumah Sakit.

Jumat (17/1/2020) setelah diklarifikasi oleh awak media terkait video yang lagi beredar di sosmed tanggapan Dr Joko subiyanto, selaku wakil RSU menjelaskan bahwa” Pihak rumah sakit tidak menoläk adanya pasien BPJS , namun píhak RSU Soewondo terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap pasien apakah hârus dirawat jalän atau rawat inap, sesuai dengan regulasi pemeriksaan fisik yang sudah dilakukan , dan dengan berdasârkan pemeriksaan anamese dan pemeriksaan fisik yang telah dilakukan, setelah diberikan obat dan dilihat sang pasien tampak sudah membaik, dan menurut regulasi sistem pembayaran BPJS, pasień yang telah ditetapkan tidak harus dilakukan rawat inap, namun dirawat jalankan karňa tidak memenuhi syarat untuk dirawat inapkan,”ungkapnya

Baca Juga :  PDP Covid 19 Pati, Anggota DPR RI H. Imam Suroso Meninggal

Masih menurutnya” Intinya RSU Soewondo Pati, tidak pernah menolak adanya pasien yang menggunakan layanan BPJS ,” pungkasnya

sumber: sapujagat.net

No More Posts Available.

No more pages to load.