Syeh Puji Nikah lagi sama Bocah 7 tahun,KPAI tuding Pedofil

  • Whatsapp
dok solopos.com

fokusmuria.co.is, SEMARANG – terungkap seorang pemilik pondok pesantren di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang telah menikahi anak berumur tujuh tahun. menurut Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) dilangsir dari solopos.com, menyebutkan pemilik Pondok pesantren itu ialah Syekh Puji, 54.

Beberapa waktu yang lalu, nama pria pemilik pondok pesantren di lokasi Kambu, Kabupaten Semarang itu cukup populer karena menikah dengan anak 12 tahun yang sekarang telah tumbuh dewasa serta mempunyai anak

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Pemprov Jateng Bagi 2.000 Paket Makan & Hand Sanitizer GRATIS

Menurut Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas PA menuding Syekh Puji mempunyai kelainan seksual dengan beberapa anak untuk objek seksual. Tuduhan itu dikatakan Arist ,menyusul dugaan pria 54 tahun itu menikah dengan D, bocah wanita berumur 7 tahun, asal Grabag, Kabupaten Magelang.

Menurut Aris, Selasa (31/3/2020)” Syekh Puji sempat juga menikah dengan anak yang berumur 12 tahun waktu lalu. Karena itu, ia dapat digolongkan pedofil. Dengan begitu, saya percaya penyidik Ditreskrimum Polda Jateng yang sudah mendapatkan laporan selekasnya tangkap serta menuduhnya, “

Baca Juga :  Protokol Kesehatan Pabrik dan Perusahaan di Semarang Diperketat

Arist juga memandang Syekh Puji wajar dijebloskan ke penjara dengan hukuman optimal 20 tahun serta kebiri dengan cara kimia.

Hal tersebut karena pria 54 tahun itu disangka sudah melanggar pasal 76D juncto 76E juncto Klausal 81 ayat 1 juncto Klausal 82 ayat 1 serta 2 UU No. 23/2002 yang diperbaharui dengan UU No. 35/2014 mengenai Perlindungan Anak.

Disamping itu, Syekh Puji disangkakan UU No. 17/2016 mengenai Aplikasi Perpu No. 1/2016 mengenai Perkembangan Ke-2 atas UU No. 23/2002 mengenai Perlindungan Anak jadi Undang-Undang.

Baca Juga :  Pengumuman calon seleksi PPK, Pilkada blora 2020

” Karena itu Syekh Puji bisa dikenai tambahan pasal sepertiga dari ketetapan pidana inti yaitu dia dapat mendapatkan hukuman berbentuk kebiri melalui suntik kimia serta pemasangan alat pendeteksi elektronik, ” tambah Arist.

Sangkaan pernikahan Pujiono dengan bocah tujuh tahun itu awalnya sudah disampaikan Komnas PA Jateng ke Polda Jateng, 18 Desember 2019 yang lalu.

Saat itu, Ketua Komnas PA Jateng, Endar Susilo, memberikan laporan sangkaan pernikahan yang dilaksanakan P, yang terakhir diketahui namanya Pujiono atau karib disebutkan Syekh Puji, dengan anak wanita berumur tujuh tahun.

Pos terkait