Siswa PSHT, SMK Bhina Tunas Bakti Juwana Juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional

oleh
siswa psht juara
Indra wahyu pratama dok. jawapos.com

fokusmuria.co.id, PATI– siswa SMK Bhina Tunas Bakti Juwana ini, sukses menyapu perunggu pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga pencak silat waktu lalu. Awal berlatih olahraga bela diri, ia di kelompok pertandingan. Tetapi diarahkan pelatihnya di bagian seni.

SISWA-siswi Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) masih repot berlatih di ruang SMK Bhina Tunas Bakti (BTB) Juwana. Gerakannya seperti pemanasan. Tangan memegang. Selanjutnya dikumpulkan. Kepalan itu ada di muka dada. Tempat berdiri masih tegap. Pelatih memperhatikan pergerakan siswa-siswanya.

Di lain sisi, ada juga yang asik mempraktikan jurus. Gunakan toya serta belati. Ahli. Pergerakan terlihat luwes. Memang situasi latihan sore itu berbagai macam. Siswa yang ikuti ekstrakurikuler di SMK BTB Juwana ini ada 14 anak.

dilangsir dari jawapos.com Sebagian dari mereka ada juga yang terlihat santai. Duduk melingkar. Sambil berdiskusi. Diantaranya ada Indra Wahyu Pratama. Pesilat yang waktu lalu mendapatkan juara III Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Jawa Tengah. Tetapi, Indra yang duduk di depan pelatihnya Rio Muspida Saputro terlihat diam waktu itu. Cukup malu-malu saat diberi pertanyaan. Cengengesan.

Baca Juga :  Guyub Rukun, Tahun Baru Imlek di Pati 2020

”Haha Indra ini sepertinya pemalu,” cletuk Rio merayu. Indra juga terlihat tersipu. Tetapi, bila telah berlaga mengaplikasikan jurus-jurus silat jangan diberi pertanyaan. Gerakannya luwes. Jalannya tegas. Sekali mencapai matras, langsung brak…! Terdengar mantap. Langkah kuda-kudanya rapi. Ke kanan serta ke kiri. Lantas tendang tinggi.

Demikian juga saat mainkan belati. Cepat. Sat-set-sat-set. Waktu mengatur toya juga tangkas. Kurang lebih tiga menit, Indra mempraktikan jurus-jurus itu.

Baca Juga :  Kabar Sopir H Imam Suruso Meninggal adalah HOAX

Indra menjadi juara III lomba seni pencak silat. Jadi, memang melakukan jurus-jurus tunggal baku. Tidak sama dengan pertandingan yang perlu berlaga dengan musuh. Lomba waktu pada tingkat Jawa Tengah itu, diikuti seputar 20 peserta. Dari beberapa wakil wilayah. Serta ikuti babak-babak penyisihan awalnya.

Diberi pertanyaan awal berlatih silat, diakuinya mulai seputar 2017 kemarin. Saat kelas X SMK. Kebetulan, di SMK BTB ada tambahan kulikuler pencak silat. Berlatih tiga tahun, sekarang siswa kelahiran 23 Juni 2002 ini sudah mendapatkan disahkan jadi masyarakat tingkat I. Berarti, dia telah tempuh beberapa tingkatan dalam pendidikan persilatan PSHT. Juga dapat jadi pelatih.

Dia juga pernah memulai lomba kelompok pertandingan. Selanjutnya, Rio, pelatihnya mengubah Indra untuk ikuti lomba seni. Menurut penilaian Rio pergerakan Indra bagus. ”Selain itu ganteng. Pas untuk tampil di seni,” sebut Rio.

Baca Juga :  Jelang New Normal, Pospam di Puri Pati disiplinkan warga

Menurut Indra, di antara kelompok pertandingan serta seni latihannya hampir serupa. Mengendalikan speed, kelincahan, mental. ”Menurut saya jika fisiknya lebih berat di seni. Sebab waktu lomba diberi waktu tiga menit gerak tanpa ada berhenti,” tambah Indra.

Waktu akan berlaga ke tingkat propinsi itu, ia harus menyiapkan waktu tiga bulan. Satu pekan latihan 4x. Tiap latihan durasinya seputar 2,5 jam.

Sesudah tampil di kelompok seni, waktu lalu Indra sempat juga ikuti pertandingan. Tetapi khasnya, kata pelatih ia justru tidak dapat nendang. Yang membuat pelatihnya tercengang.Berita Pati Hari Ini Walau sebenarnya waktu latihan sepakan dipandang lumayan bagus. ”Nggak tahu. Kemungkinan ia bingung,” cletuk Indra

No More Posts Available.

No more pages to load.