,

Sejarah Qurban Idul Adha dalam Asal Mula Qurban

oleh
sejarah qurban idul adha

fokusmuria.co.id, Gaya Hidup – Setiap 10 Zulhijah, seluruh umat muslim memperingati Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji. Dalam kalender masehi, Idul Adha 20202 jatuh pada Jumat (31 Juli 2020 ). Namun, tahukah kamu sejarah di balik Hari Raya Idul Adha?

asal mula qurban idul adha

Idul Adha dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji melakukan wukuf di padang Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih yang disebut pakaian ihram.

asal mula qurban idul adha

Pakaian ini melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan.

Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT.

Baca Juga :  free download takbiran idul adha 2020 mp3

Perayaan Idul Adha yang disambut sukacita oleh umat Islam, ternyata menyimpan kisah yang menyedihkan sekaligus menginspirasi.

Idul Adha adalah hari untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim.

sejarah singkat qurban idul adha

Perayaan hari raya Idul Adha tidak lepas dari pemotongan hewan kurban. Syariat yang diturunkan kepada nabi Ibrahim as yang bersejarah tersebut. Asal mula kurban berawal dari lahirnya nabi Ismail as. Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya.

Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim.

Mimpi Nabi Ibrahim yang merupakan wahyu dari Allah itu tentu membuatnya gundah gulana. Namun, saking cinta dan taatnya pada Allah, ia dengan lapang dada mau menyembelih anaknya.

Suatu hari, Nabi Ibrahim mendatangi Ismail untuk meyampaikan perintah Allah bahwa ia harus menyembelih putranya. Sungguh tak disangka, Ismail justru mengamini perintah dalam mimpi ayahnya tersebut.

Baca Juga :  Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha Lengkap

Dirinya tidak merasa takut atau marah kepada ayah kandungnya. Hal tersebut dikarenakan mimpi itu merupakan wahyu dari Allah SWT.

Mendengar jawaban dari anaknya, Nabi Ibrahim pun terkejut. Ia tak menyangka anak kesayangannya itu begitu ikhlas untuk menerima perintah Allah SWT.

Namun, tak mudah bagi Nabi Ibrahim menjalankan perintah tersebut. Pasalnya, setan terus menggoda dirinya agar membatalkan perintah itu. Tapi usaha setan gagal.

Begitu pula yang terjadi ketika setan menggoda Ismail, mereka juga mengalami kegagalan. Tidak ingin menyerah, setan kemudian menggoda isteri Nabi Ibrahim akan tetapi usaha tersebut pun tetap tak berhasil.

Tibalah waktu penyembelihan. Pada hari H, yakni tanggal 10 Zulhijah, Nabi Ibrahim dan putranya pergi ke tanah lapang untuk menjalankan perintah Allah tersebut.

Nabi Ibrahim menyiapkan pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam agar Ismail tak merasa kesakitan ketika disembelih.
Ismail meminta sang ayah menutup mata agar tidak merasa iba ataupun ragu melaksanakan perintah dari Allah SWT.

Baca Juga :  Pengertian Qurban dan Aqiqah

Namun, ketika nabi Ibrahim mulai menyembelih anaknya, pedang tersebut selalu terpental. Ismail kemudian berkata bahwa dirinya ingin tali pengikat yang ada di tangan dan kakinya dilepas. Hal itu dilakukan agar malaikat dapat menyaksikan bahwa ia taat kepada Allah SWT.

sejarah qurban dan idul adha

Peristiwa yang terjadi selanjutnya adalah peristiwa tradisional yang menjadi sejarah hari raya Idul Adha (Hari Raya Qurban) yaitu ketika nabi Ismail ditukar dengan seekor domba oleh Allah SWT.

Ada satu riwayat yang menyebutkan bahwa Malaikat Jibril-lah yang membawa domba serta menukarnya dengan Nabi Ismail.

Pada saat itu, dituliskan bahwa semesta beserta isinya mengucapkan takbir demi meng-agungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran yang dimiliki oleh Ismail dan Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah yang berat tersebut.

Sejak saat itulah, tanggal 10 Zulhijah diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

No More Posts Available.

No more pages to load.