,

BREAKING NEWS: Rupiah Anjlok ke Rp 16.000/US$, Ekonomi Indonesia Mulai Terguncang

oleh
Rupiah dan IHSG Anjlok, Ekonomi Indonesia Terguncang
Rupiah dan IHSG Anjlok, Ekonomi Indonesia Terguncang (FokusMuria/Detik)

FokusMuria.co.id – Nilai tukar rupiah semakin anjlok ditengah ketidakpastian pasar akibat wabah Pandemi virus Korona, siang ini pukul 12.20 WIB Rupiah sempat Anjlok ke angka Rp 16.122/US$, hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada kegiatan ekspor impor Indonesia.

Level pelemahan rupiah yang melemah lebih dari 4% dari hari sebelumnya ini menunjukan kondisi perekonomian mulai terguncang oleh efek virus Korona, pelemahan ini sendiri tercatat merupakan yang terlemah sejak krisis 1998 disaat rupiah mencapai 16.800 per Dollar Amerika Serikat.

Baca Juga :  Wakil Bupati Pati, Siapkan Hotel untuk Karantina

Sementara itu di pasar modal juga terus mengalami pelemahan, tercatat IHSG pada saat ini kembali mengalami penurunan lebih dari 5%, bahkan pada sesi I perdagangan sempat dihentikan karena hampir semua saham teratas di lantai bursa anjlok dibawah 5%.

Sementara itu perkembangan pasien virus Korona di Indonesia belum ada keterangan terbaru dari pemerintah, sejauh ini sudah ada 227 kasus tercatat, 19 orang meninggal dunia dan 11 orang dinyatakan sehat atau pulih.

Baca Juga :  Kegiatan H Imam Suroso Sebelum Meninggal Dunia dan Berstatus PDP Corona

Ketidakpastian perkembangan virus Korona dan pemerintah yang dinilai menutup-nutupi pelaporan kasus pandemi COVID-19 ini membuat ketidakpercayaan pasar yang berimbas pada penjualan diberbagai sektor investasi oleh para investor.

Dampak ekonomi dari virus Korona sendiri memang belum dirasakan langsung oleh masyarakat, namun dampaknya sudah mulai dirasakan oleh para pengusaha bahkan para driver ojek online.

Baca Juga :  Update Covid-19 Pati, Tercatat 5 PDP Sembuh

Himbauan social distance dan work from home oleh pemerintah telah membuat para driver ojol kesulitan untuk mendapatkan orderan penumpang, banyak driver yang mengeluhkan pendapatan harian mereka turun hingga lebih dari 50%.

Wabah virus Korona perlahan-lahan mulai menimbulkan kepanikan ditengah-tengah masyarakat, namun pemerintah terus meyakinkan agar masyarakat tetap tenang dan menjaga kesehatan diri serta keluarga masing-masing satu sama lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.