RSUD Soewondo dan RSU PKU Fastabiq di AUDIT DINKES Kab Pati, terkait Video Viral

  • Whatsapp

fokusmuria.co.id, PATI – Terkait Video Viral di media sosial, akhirnya RSUD Soewondo berikan klarifikasi tentang menolak pasien , Sabtu (18/1) Di aula seruni saat konferensi pers.

Direktur RSUD Soewondo Pati Dr. Suworo Nurcahyono, M. Kes yang dilangsir dari lintaspantura.id mengatakan video yang viral itu sangat disayangkan, karena tanpa adanya konfirmasi kepada pihak humas RSUD Soewondo.

menurutnya “Pihaknya sangat menyayangkan video yang viral tanpa adanya konfirmasi kepada pihak kita (RSUD Soewondo),”

Lebih lanjut, Dr. Suworo Nurcahyono, M. Kes melalui Wakil Direktur Pelayanan menambahkan jika penanganan pasien saat itu sudah sesuai standar pelayanan. Tindakan proposional dalam penanganan, Hanya obat rawat jalan.

“Dokter kami sudah punya standar pelayanan sebagai seorang dokter, bukan dokter kami saja. Namun semua dokter punya standar pelayanan, dari analisis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan yang menunjang dengan keluhan”, Imbuh Wadir Pelayanan

Baca Juga :  Pemuda asal Bermi,Sukses di Youtube Subsriber hingga 500rb

Dalam jumpa pers tersebut, Dr. Suworo Nurcahyono, M. Kes juga menambahkan jika pihak dinas kesehatan kabupaten Pati juga sudah mengaudit permasalahan ini.

“Kami dan RS. PKU Fastabiq Sehat kemarin diaudit dinas kesehatan Joko Santoso, hasilnya dari RS. PKU Fastabiq Sehat menyimpulkan pasien sudah di edukasi. Kalo emang tidak bisa di klaim oleh BPJS, RS. PKU Fastabiq Sehat itu punya dana khusus umat, dapat di klaim dari dana umat,” Imbunya

Selain itu, Wakil Direktur Pelayanan mengatakan bukan masalah bayar atau tidak bayar, namun tentang indikasi untuk rawat inap.

“Bukan masalah bayar atau tidak bayar, jika kami memandang itu, kamipun saat ini merawat pasien gelandangan sudah hampir 50 hari, kita rawat dan itu gratis. Namun ini tentang standar pelayanan yang memang tidak ada indikasi untuk rawat inap,” Imbuh Wadir Pelayanan.

Baca Juga :  Kecelakaan di Cluwak Pati, Mobil Avansa "Temangsang"

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter indonesia (IDI) Pati Dr. Cahyono Hadi menjelaskan akan mempelajari permasalahan tersebut.

“Saya selaku ketua IDI akan mempelajari penekatan diagnosisnya bagaimana, apa perbedaan di RSUD Soewondo dan PKU Fastabiq Sehat. serta akan mempelajari sebenarnya apa ada indikasi serta apa ada sesuatu atau tidak. sejauh ini dokter yang menangani pasien saat di RSUD soewondo sudah direkomendasi layak,” Pungkas Dr. Cahyono Hadi

sumber: lintaspantura.id

Pos terkait