Ramadhan 2020, Kemenag Pati Sepakati Pedoman Ibadah diTengah Covid-19

  • Whatsapp
ramadhan 2020 pati
illustrasi (foto dok google.co.id)

fokusmuria.co.id, BERITA PATI – Kemenag bersama beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati telah menyepakati pedoman ibadah selama Bulan Ramadhan 1441 H nanti.

Hal ini bertujuan mengatur ibadah umat Islam di Kabupaten Pati di tengah wabah penyakit virus Corona-19 (peviko-19) atau yang akrab dikenal Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kankemenag Kab. Pati kepada Humasnya, Rabu (22/4/2020).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Korban Curanmor di Kudus Bernadzar Bagi 500 Lentog

Surat kesepakatan yang disahkan pada 16 April lalu ini ditandatangani oleh Kemenag dan Forkopimda serta beberapa Ormas Islam di antaranya, PC NU, MUI, PD Muhammadiyah, FKUB, di Kabupaten Pati.

Kepala Kemenag Pati Imron Rosyidi mengatakan ibadah shalat Tarawih maupun ibadah lain di bulan puasa masih diperbolehkan dilakukan di masjid. Namun, pengurus masjid maupun umat Islam diharuskan mengikuti pedoman yang telah dikeluarkan.

Baca Juga :  Polsek Batangan dukung New Normal di Pati

“Keputusan tentang shalat Tarawih, shalat Ied dan sebagainya masih sama seperti shalat Jumat yang lalu. Hanya kemarin ada catatan yang harus diperkuat lagi tentang protokoler kesehatan,” ujar Pria kelahiran kota mustika Blora ini.

Nantinya, lanjut Imron, akan diadakan sosialisasi kepada semua Takmir Masjid yang ada di Kabupaten Pati agar prosedur ini dipatuhi dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Ada beberapa prosedur ibadah di Bulan Ramadhan. “Mulai dari cuci tangan pakai sabun sebelum wudhu, yang sakit lebih baik di rumah, sajadah harus bawa dari rumah, dll,” beber Imron.

Baca Juga :  97 Gambar Lebaran Keren dan Kreatif

Selain itu tarling (takbir keliling) dan membangunkan sahur juga dilarang untuk tahun ini.

“Menjaga jarak antar shaf dan menghindari salaman. Termasuk kultum juga disarankan ditiadakan,” imbuhnya.

Hal ini demi mencegah penyebaran virus corona yang dibawa oleh jamaah pendatang dari perantauan. Hasil kesepakatan itu selanjutnya akan disosialisasikan ke masyarakat dengan harapan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan mendapat dukungan seluruh warga masyarakat Kabupaten Pati. (at)

Pos terkait