Pulang

  • Whatsapp

Opini, Fokusmuri.co.id-

1/

Bacaan Lainnya

Semua manusia wajib untuk menikmati segala bentuk kenikmatan, karena akan menjadi satu sikap meremehkan jika menolak bahkan tidak menikmati apa yang diterimanya. Kebersamaan, kekeluargaan, kehangatan rumah tangga, cinta monyet yang kian tumbuh dan silih berganti, atau semangat untuk selalu berbuat kebaikan dan kemanfaatn. Namun tetap saja masih tersirat rasa sedih dan gundah, jika demikian maka segeralah pulang. Temukan kenyamanan di rumah, bersama kekasih, orang tua, anak, atau siapapun yang menghangatkan suasana hati dan melegakan pikiran.

Baca Juga :  New normal, antara kesadaran dan Tanggung jawab sosial

Aspek sosial manusia mengalami keterasingan ketika manusia itu merasa sendirian. Harta, kekayaan, jabatan atau apapun yang dimiliki tidak akan merubah kesunyian, utamanya dalam hati. Oleh karena itu temukan sahabat agung itu, yang menurut William James disebut dengan The Great Socius.

Satu hal dalam perjalanan manusia yang menjadi penentu kebahagiaannya adalah sikap sosial. Kehidupan manusia tergantung pada bagaimana hubungan yang dibangun dengan dunia idealnya. Karena manusia masih bergantung kepada manusia bahkan mahluk yang lain.

Baca Juga :  Wanita Sepuh Tukang sapu Masjid

2/

Menjaga hubungan adalah sikap kritis bagi setiap manusia. Tidak jarang ia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri sehingga lupa pulang dan menengok di sekitar rumahnya. Padahal, meminjam pernyataan Gus Mus,

“Bahwa kita perlu keluar dari diri sendiri, kemudian melakukan percakapan dengan diri kita dengan sangat pribadi.”

Karena dengan begitu akan terbentuk sikap untuk selalu berbenah.

Untuk itu, berdamai dengan diri kita, dan betah dengan rumah yang di sana ada sahabat yang agung adalah proses menyusun kebahagiaan sejati. Dan Dialah Tuhan. Namun manusia tetaplah manusia, ia akan mengalami beragam gejolak yang pada akhirnya menyadari bahwa Tuhan adalah tempat untuk berpulan. Identitas inilah yang membuktikan bahwa manusia berasal dari Tuhan. Ketika kesadaran itu muncul dan tumbuh berkembang, maka manusia akan rindu kembali ke rumah, ke sumber cinta yang tiada batasnya.

Pos terkait