Prosesi Buka Luwur Sunan Muria 2019, habikan 36 Pis Kain

  • Whatsapp
buka luwur sunan kudus

fokusmuria.co.id, Kudus – prosesi buka luwur sunan muria pada tahun 2019 ini bertepatan pada tanggal 10 september mendatang. Kain penutup makam atau yang biasa disebut dengan luwur di Makam Sunan Kudus mulai dipasang kemarin (6-9/2019) Rencananya, luwur tersebut akan dipasang secara berkala selama empat hari ke depan. dan Puncak pemasangan luwur di cungkup Makam Sunan Kudus pada 10 Muharam (10 Suro) yang bertepatan dengan 10 September mendatang.

Dilangsir dari Radar Kudus (Jawa Pos) Anami Farodis sebagai Kordinator Seksi Luwur Makam Sunan Kudus menjelaskan “proses pergantian luwur dimulai dengan pembuatan bagian-bagian luwur. Selanjutnya Bagian-bagian tersebut antara lain kompol (dipasang di setiap sudut atau tiang), wiru (dipasang di setiap sisi antara tiang), melati (dipasang di dalam makam), unthuk banyu (dipasang di sepanjang sisi makam), dan langitan emper (dipasang di bawah atap).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Mahasiswa IMM Kudus, Shalat Gaib Untuk Korban Demo Di Kendari
Buka Luwur Sunan Muria 2019
Prosesi Luwur sumber: radar kudus

”Pada Hari ini (kemarin, Red) mulai dibuat bagian-bagian luwur. Sebagian yang sudah jadi langsung dipasang. Mulai dari bagian utara makam,” kata Fachal. Puncak acara pemasangan luwur digelar pada 10 Muharam (10 Suro) yang bertepatan dengan 10 September mendatang. Yaitu pemasangan luwur di cungkup Makam Sunan Kudus yang disertai dengan tahlilan serta pembagian sego jangkrik.

Baca Juga :  Korban Curanmor di Kudus Bernadzar Bagi 500 Lentog

Anami Farodis menjelaskan juga, dalam pemasangannya, luwur dipasang secara berurutan dari bagian utara makam, kemudian barat, timur, dan terakhir di bagian selatan. Serta Untuk pembuatannya, panitia buka luwur melibatkan masyarakat sekitar. Seperti warga Kelurahan Langgardalem, Kauman, Kajeksan, dan Janggalan.

Terkait kain luwur yang lama, dia menyatakan, kain-kain itu akan dibagikan kepada para tamu undangan saat puncak acara pada 10 September mendatang. Selain itu, kain tersebut juga akan dibagikan kepada warga sekitar, panitia, dan perewang. Itu dilakukan sebagai bentuk imbalan karena telah membantu dalam penyelenggaraan ritual tahunan tersebut.

Anami Farodis Fachal menyebutkan, pembuatan luwur baru tahun ini menghabiskan 35 hingga 36 pis kain. Panitia sengaja memilih kain mori dengan kualitas terbaik. Hal itu dimaksudkan agar tidak mudah rusak. Sebab, luwur hanya akan diganti selama satu tahun sekali. Untuk itu, panitia tidak asal memakai kain mori untuk luwur Makam Sunan Kudus.

Baca Juga :  Kronolgi,Kerusuhan sporter Persiku Vs Persijap

Saat ditanya terkait filosofi setiap bagian luwur, Fachal mengaku belum menemukan keterangan yang pasti dari para sesepuh. Untuk itu, pihaknya belum berani menjelaskan makna setiap bagian luwur tersebut. Padahal, banyak peziarah yang menanyakan filosofi dari kain yang dianggap keramat itu.

menurut Fachal ”Sejauh ini saya sendiri belum menemukan penjelasan yang valid terkait filosofi bagian-bagian luwur itu,” . (redaksi)

Pos terkait