Pelantikan Kades diKudus, Tanpa Suguhan

oleh

fokusmuria.co.id, KUDUS – Sebanyak 116 kepala desa (kades) di Kabupaten Kudus dilantik dan diambil sumpah di Pendapa Kabupaten Kudus kemarin. Mereka terdiri dari 114 kades terpilih dan dua penjabat (Pj) kades. Pelantikan ini, digelar dengan penuh kesederhanaan. Sebab, tak ada anggaran dari dinas terkait untuk penyelenggaraan.

Para tamu yang dibawa masing-masing kades terpilih, terlihat hanya duduk menyaksikan proses pelantikan. Tak ada hidangan maupun snack yang disediakan panitia. Meski sederhana, rangkaian acara ini berjalan lancar.

Bendahara Paguyuban Persaudaraan Kades Sandung Hidayat mengaku cukup prihatin atas penyelengaraan kegiatan ini. ”Mayoritas tamu kecewa, karena tidak ada suguhan,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Kudus itu membeberkan, jika dalam pelaksanaan kegiatan ini setiap kades yang dilantik dibebani iuran Rp 550 ribu. Uang tersebut, dialokasikan untuk membeli snack untuk rombongannya. Satu kades yang dilantik maksimal boleh membawa 10 orang. ”Snack tersebut diambil menggunakan tiket,” jelasnya.

Baca Juga :  AKBP Bambang Yudhantara Salamun Menjabat Kapolres Pati

Dikatakan, kegiatan ini memang benar-benar digelar secara mandiri. Dan inisiatif dari kades terpilih. Sebab, pemkab dalam hal ini Dinas PMD Kudus menyebut, jika anggaran kegiatan ini sudah masuk dalam anggaran pilkades.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo membenarkan, jika tahun ini pelantikan kades memang tak ada anggarannya. Sebab, anggaran untuk pelantikan kades terpilih sudah masuk dalam dana desa. Sehingga bila pelantikan dilakukan di masing-masing desa, maka anggaran itu bisa digunakan. Namun karena digelar di pendapa, anggaran dana desa itu tidak bisa digunakan. Sebab, pemakaian anggaran itu tidak bisa menyatu.

”Kemarin juga sudah dikoordinasikan. Meski (pelantikan) digelar di pendapa, Bagian Umum tidak bisa memfasilitasi,” katanya.

Baca Juga :  Atlet Voli Pantai Asal Kudus Juara Internasional.

Sebagai evaluasi, lanjut Hartopo, ke depan akan dikoordinasikan. Bila memang bisa diagendakan ke APBD tentu akan dimasukkan. Namun, bila tidak bisa dimasukkan APBD, tentu akan dimasukkan di dana desa masing-masing.

Sementara itu, dalam waktu dekat para kades bakal diwajibkan ikut kursus pemerintahan desa. Hal ini untuk memastikan seluruh kades memahami tugasnya dengan maksimal. Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kudus, bakal memberikan bimbingan teknis kepada mereka. Hal ini disampaikan Kasi Pemerintahan Desa dan Permusyawaratan Desa pada Dinas PMD Kudus Dian Noor Tamzis.

Terkait waktu pelaksanaannya, pihaknya masih belum bisa memastikan. Kemungkinan akan dilaksanakan akhir Desember atau awal Januari 2020. ”Pasti akan kami beri bimbingan. Tak hanya kades baru, tapi semuanya yang dilantik hari ini,” ujar Dian.

Baca Juga :  Ketahuan Nikah Siri, Dua ASN di Kudus di Turunkan jabatan

Di antara kades dilantik itu, Abdullah Assofi, kades Wates, Kecamatan Undaan. Kades termuda dalam pelantikan ini, menyatakan siap mengabdi kepada rakyat. Saat ini, dia masih berusia 25 tahun. Namun, Assofi berkeyakinan dia bisa mengemban amanah enam tahun ke depan.

Dia tidak menampik, sampai saat ini belum terlalu memahami konsep dan administrasi kades secara detail. Saat ditanya terkait penggunaan dana desa tahap kedua, pihaknya menyatakan akan mengalokasikan pada bidang infrastruktur. Seperti lapangan olahraga dan jalan-jalan desa. Padahal, pemerintah pusat telah mengintruksikan dana desa tersebut, harus dialokasikan ke bidang pemberdayaan masyarakat.

”Jujur saya masih awam sekali dengan administrasi kepemerintahan. Namun, sambil berjalan, akan saya pelajari. Intinya saya siap mengabdi,” katanya.

sumber: radarkudus jawapos

No More Posts Available.

No more pages to load.