Pelajaran Memberi

  • Whatsapp

FokusMuria.co.id(OPINI)

1/

Bacaan Lainnya

Hidup adalah perjuangan, ungkapan ini yang sering timbul tenggelam dalam mengetuk gendang telinga kita, utamanya dalam menggapai cita-cita. Tidak jarang kita mencari bahkan menerima segala fasilitas kehidupan dengan gerak yang tergesa-gesa. Keinginan yang kuat agar seperti kebanyakan orang, ingin memiliki ini dan itu, ingin dicintai dengan segenap hati. Namun ada keengganan untuk bersabar dan meluangkan waktu untuk mengganti posisi. Jika awalnya sebagai peminta dan pencari, maka ada pelajaran yang agaknya perlu dicoba, yaitu belajar memberi. Prinsip dasarnya adalah

“Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.” Atau menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain.

Jika ingin memberi maka harus memiliki, dan untuk memiliki harus mencari. Benarkah demikian? Bukankah kita diciptakan oleh Tuhan untuk saling melengkapi satu sama lain? saling mengisi antara satu sama lain, dan lain sebagainya. Sehingga perlu adanya kesadaran dalam diri bahwa manusia ada untuk melengkapi manusia yang lain, kehidupan yang luas, dan ruang-ruang kosong, baik bersifat psikologis ataupun sosial.

Prinsip dasarnya adalah tolong menolong dalam kebaikan. Tidak sedikit yang terjebak dalam keruwetan-keruwetan pola pikir dan pola sikap. Orientasi kemanusiaan akan muncul setelah orientasi yang bersifat keakuan. Tidak sedikit orang yang ingin dipuja dan diagung-agungkan. Walaupun ada juga yang menyembunyikan dirinya bahkan tidak satupun di antara kita mengenal. Ketika sikap individu yang cenderung meningkat maka akan berjalan beriringan sikap egois.

Tidakkah meluangkan waktu untuk berpikir sejenak bahwa hidup adalah proses berbagi. Bahwa hidup adalah proses saling melengkapi. Bukan menghujat, menghakimi bahkan memarjinalkan satu golongan yang berbeda dengan kebanyakan.

2/

Memberi adalah prinsip dasar dari cinta. Dan manusia adalah pecinta, manusia memberi atas dasar cinta, dan sebaliknya ia juga mencari cinta. Hanya saja proses memberi dan mencari akan membuat definisi cinta beragam.

Mencinta tidak butuh umpama, pun memberi. Maka tidak ada alasan dalam memberi, selagi bermanfaat bagi sesama maka memberi adalah perjalanan cinta.

Permasalahan yang perlu diteliti adalah memahami sumber dan sarana kebahagiaan itu sendiri. Memberi adalah sumber dari kebahagiaan, sedangkan menerima adalah sarana untuk mendapat kebahagiaan. Pola sederhananya adalah bahwa dengan memberi, meluangkan waktu, menyisakan tenaga, meluangkan pikiran, dan me-me yang lain maka akan memberi efek take and give, baik bagi personal maupun orang lain.

Bukankan dengan membantu bapak-bapak tukang becak mendorong becaknya di jalan menanjak adalah sikap sederhana menebar senyum, atau mendorong motor yang mati milik seseorang yang tidak kita kenal adalah sikap menumbuhkan kelegaan? tidakkah mencintai tanpa syarat yang berjuta-juta dan menyesakkan dada adalah sikap saling memberi yang tak terbalaskan oleh apapun?

Karena di saat bibir yang keriput atau mata yang meneteskan air mata kemudian tersenyum bahagia adalah nikmat yang tiada tergantikan. Adalah kebahagiaan terbesar ketika seseorang yang tiada kita kenal dan sedang kesulitan mendapat sedikit bantuan baik tenaga maupun pikiran kita. karena cinta bukan hanya pada realitas rasa melainkan realitas sosial yang berjalan.

3/

 Jika angin berhembus maka rerumputan tiada menolak belaiannya, begitu juga manusia, ia akan bahagia menerima tetesan hujan yang ia tunggu sejak kemarau melanda. Karena sesak yang sesungguhnya adalah ketika ia tiada pernah memberi dan meluangkan sedikit apa yang ia punya. Karena semakin memberi bukan semakin berkurang apa yang kita punya, melainkan sebaliknya.

Menyadari bahwa cinta, dan hanya cinta yang dapat membawa pada puncak kebahagiaan, maka memberi adalah proses dari penyadaran bahwa dengan cinta akan bahagia. Dengan senyum yang mengembang atau dengan lantunan doa tulus dari mereka yang menerima sesuatu dari kita, akan tercurah angin sejuk yang menyelimuti tubuh kita yang sedang gerah dengan segala macam kegalauan yang sedang berkemelut dalam kehidupan kita.

Pos terkait