Pelajar Jepara Terpapar Covid 19 Sempat di besuk teman-temannya

  • Whatsapp
illustrasi pandemi covid 19

fokusmuria.co.id, JEPARA – Pelajar perempuan asal mayong jepara yang terpapar covid 19 (virus corona) adalah seorang pelajar berusia 17 tahun.

Fakhrudin selaku Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Kabupaten Jepara mengatakan, sebelumnya pasien sempat mendapatkan perawatan di Rmahdi Sakit di Kudus tanggal 11 sampai 18 April 2020.namun kondisi pasien tersebut terus membaik, akhirnya siswi tersebut diizinkan pulang  untuk melakukan isolasi mandiri di rumah sambil menunggul hasil swab test. 

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jepara, Rabu (17 Juni 2020)

“Selama tidak ada gangguan pernafasan, pencernaan, dapat dilakukan isolasi mandiri,”ujar Fakhrudin, Kamis petang, 23 April 2020.

Hasil swab test siswi warga Mayong keluar pada Rabu malam, 22 April 2020. Hasil swab menyatakan  positif covid-19. Meski sudah dinyatakan positif covid-19, sampai saat ini siswi tersebut masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jepara, Selasa (14 April 2020)

“Kami masih berupaya mencarikan rumah sakit (RS). RS Kartini saat ini penuh. RS di Kudus yang menjadi tempat pemeriksaan awal saat ini juga sudah penuh. Ini kita sedang berkoordinasi dengan RS Rehatta Kelet untuk rujukan,” kata Fakhruddin.

Dari kasus tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bergerak cepat untuk melukan tracing warga sekitar tempat tinggal pasien positif keempat di Bumi Kartini itu. Serta menelusuri sumber penularan.

“Hasil tracking antara (tanggal) 18 hingga 22 (April 2020) terjadi hal yang tak terduga. Setelah pulang dari RS Kudus, banyak teman-temannya yang menjenguk. Sehingga ini juga harus dilakukan pemeriksaan,” ungkap Fakhruddin. 

Baca Juga :  Pencairan DANA DESA di Jepara Terkendala Perbup

Dari hasil tracing ditemukan beberapa kemungkinan siswi tersebut terinfeksi virus korona covid-19. Kemungkinan pertama, tempat pengobatan tradisional dekat tempat tinggal siswi itu. Kemungkinan kedua, tertular dari salah seorang yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. 

“Pasien pernah menjalani pengobatan tradisional, juga pernah melakukan kontak dengan pelaku perjalanan dari jakarta. Ini akan diperiksa lebih lanjut,” tandas Fakhruddin. 

Pos terkait