Peduli Covid 19, Warga Pati tutup Akses Masuk Desanya

  • Whatsapp
dok. facebook.com/kaap

fokusmuria.co.id, PATI – Masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai mencemaskan terdapatnya penebaran penyakit virus Corona, hingga mereka berusaha menghindarinya, diantaranya dengan batasi akses buat masyarakat luar untuk masuk ke perkampungan mereka sampai ada yang tutup dengan portal.

Menurut Iptu Sahlan selaku Kapolsek Pati di langsir dari antaranews.com, membetulkan terdapatnya masyarakat Kauman, Pati Kidul, Kecamatan Pati Kota yang lakukan limitasi/pembatasan jalan masuk buat masyarakat di luar perkampungan di karenakan pandemi corona yang mulai diketemukan di beberapa tempat.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Pelayanan, RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati

Berkaitan hal tersebut, lanjut ia, masih dikoordinasikan terlebih dulu dengan Pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) sebab yang semestinya dilaksanakan dengan lakukan isolasi diri di dalam rumah, bukan batasi akses jalan masyarakat untuk bentuk toleransi antarsesama masyarakat.

Tidak hanya tersebar photo masuk perkampungan ditutup portal, tersebar juga photo di sejumlah desa yang lain yang lakukan hal sama dengan diperlengkapi tulisan ” lockdown “, walau sesudah dilaksanakan konfirmasi dalam tempat lain rupanya info tersebu bohong alias hoax.

Baca Juga :  Wakil Bupati Pati Serahkan Santunan Kematian Tanpa Potongan

menurut Kapolsek Kayen AKP Tejo Pramono mengaku memang memperoleh photo terdapatnya perkampungan masyarakat yang ditutup dengan portal.

Namun, lanjut ia, sesudah dilaksanakan penelusuran di lapangan, rupanya RT 04 RW 41 di Desa Kayen sesuai photo yang tersebar tidak diketemukan.

” Umumnya jumlahnya RW tidaklah sampai beberapa puluh, tetapi sekitar sampai belasan saja, ” katanya.

Berdasar photo yang tersebar di sosial media, tidak hanya di Kelurahan Kauman, Kecamatan Pati Kota, ada juga dari Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo yang tutup pintu masuk dengan portal yang tercatat ” lockdown “.

Baca Juga :  Batik Pamelo Bageng

Hal seirama diutarakan Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono mengaku telah lakukan klarifikasi serta tidak ada sebab semua baik-baik saja tidak ada persoalan.

” Kami juga memberi ajakan pada masyarakat sesuai dengan maklumat Kapolri jika warga harus patuhi kebijaksanaan pemerintah dalam perlakuan penebaran virus corona (COVID-19), ” katanya.

Timbulnya photo ” lockdown ” yang tersebar, disangka berkaitan info jika di Kabupaten Pati ada anggota DPR RI yang awalnya adalah pasien dalam pengawasan (PDP) corona, tetapi wafat sesudah jalani perawatan di RSUP Kariadi Semarang.

Pos terkait