Pati Percontohan Gerakan Seniman Masuk Sekolah

oleh
Gerakan Seniman Masuk Sekolah

fokusmuria.co.id, PATI – Puluhan sekolah turut serta dalam acara Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dilaksanakan di pusat kuliner kabupaten Pati. Kegiatan itu berlangsung mulai tanggal 19 hingga 23 November nanti. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, secara langsung dibuka oleh Bupati Pati Haryanto (kemarin).

Mengutip dari wartaphoto.net Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Winarto mengatakan, program ini memberikan peluang dan kesempatan untuk mengenalkan seni budaya pada generasi muda, yang tidak lain adalah para siswa. Karena GSMS masuk dalam ekstra kulikuler sekolah.
“Kami harap para siswa, warga sekolah bisa menyerap secara langsung pengetahuan dan keterampilan oleh para seniman. Siswa kita harapkan paham tentang kesenian. Terlebih mamapu mempertahankan dan menjaga serta mengembangkan budaya yang kita miliki,” jelasnya.

Baca Juga :  Kecelakaan di Cluwak Pati, Mobil Avansa "Temangsang"

Lebih lanjut Winarto menyebut, bahwa kebudayaan dilahirkan oleh para leluhur. Untuk itu perlu dikenal dan kembangkan oleh setiap generasi. Agar, kesenian tidak hanya memberikan tontonan, tetapi dapat membentuk karakter generasi dan mengembangkan sektor kehidupan lain. Seperti halnya sektor ekonomi.

“Oleh karena itu anak-anak akan menampilkan hasil yang telah diserap dari GSMS di sekolah. Ini menjadi modal yang besar, agar kebudayaan kita tetap terjaga,” tambahnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Polres Cluwak dalam Penanganan Virus Corona

Sementara itu Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan yang secara langsung menghadiri kegiatan itu mengatakan, program seniman masuk sekolah diinesiasi oleh kementerian terkait untuk membangun anak-anak dalam konteks pembangunan karakter. Hal itu juga menyangkut rasa percaya diri dan toleransi.
“Teman seniman juga harus terlibat dalam proses pendidikan. Lewat ekstra, bisa menularkan ilmu dan mendidik anak,” jelasnya.
Sementara khusus untuk Kabupaten Pati, ia sangat mengapresiasi jalannya kegiatan itu. Karena, kegiatan dinilainya cukup besar dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten.
“Mudah-mudahan bisa ditiru oleh daerah lain dan dikapitalisasi oleh pemkab Pati. Jika saat ini ada 21 seniman, kami harap kedepan semakin banyak lagi,” tandasnya

No More Posts Available.

No more pages to load.