Pasien Positif Korona di RSUP Kariadi Semarang Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Konferensi Pers Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Konferensi Pers Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (FokusMuria/Detik)

FokusMuria.co.id – Seorang pasien positif Korona di Jawa Tengah meninggal dunia setelah dirawat selama 10 hari di RSUP Dr Kariadi, demikian diterangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada saat melakukan konferensi pers pada hari Selasa (17/03/2020).

Pasien yang meninggal dunia tersebut adalah seorang laki-laki berusia 43 tahun yang sebelumnya telah dinyatakan positif terjangkit virus Korona dan telah dirawat sejak 10 hari yang lalu.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Update Covid-19 Pati, Tercatat 5 PDP Sembuh

“Baru saja tadi kasus baru positif dan meninggal laki-laki usia 43 tahun dari Kota Semarang. Dia dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang selama 10 hari,” terang Ganjar.

Meninggalnya pasien positif Korona di RSUP Dr Mawardi ini menambah daftar kematian akibat Korona di Jawa Tengah. Hingga kini sudah ada 2 pasien yang meninggal dunia dari enam pasien positif Korona di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Inilah 40 Tempat Wisata Jawa Tengah di Tutup Sementara

Gubernur Ganjar menambahkan bahwa hingga kini di Jawa Tengah ada 1.005 orang yang sedang berada dalam status Orang Dalam Pengawasan (ODP) namun baru 69 orang yang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“ODP 1.005, PDP 69, yang masih dirawat 42, yang pulang sehat 24 orang,” sambung Ganjar Pranowo dalam konferensi pers yang dihadiri JIBI.

Meski pasien positif terus bertambah, Ganjar meminta agar masyarakat tetap tenang dan lebih berfokus untuk menjaga kesehatan diri masing-masing dan keluarga.

Baca Juga :  Kudus Perketat Kendaraan dari Zona Merah

Ganjar mengajak agar masyarakat menjalankan pola hidup sehat dan rutin berolahraga, selain itu Gubernur Jawa Tengah ini juga menyarankan agar warga jawa Tengah rutin untuk mengkonsumsi vitamin C, buah-buahan dan Antioksidan secara teratur.

Hingga kini pasien positif Pandemi virus COVID-19 di Indonesia sendiri sudah berjumlah 172 kasus, meningkat dari hari sebelumnya yang masih 134 kasus, pemerintah pusat sendiri telah memperpanjang masa darurat hingga 29 Mei 2020.

Pos terkait