Pasangan Suami Istri Bertarung dalam Pilkades Pati

oleh
illustrasi radarkudus.jawapos.com

fokusmuria.co.id, PATI – Sebanyak 15 pasang suami istri bertarung dalam pemilihan kepala desa (pilkades pati 2019) serentak pada 21 Desember 2019 mendatang. Pasangan ini maju secara bersama untuk memenuhi jumlah syarat minimal calon, sehingga pilkades tak akan ditunda.

Menurut Kasubag Pemdes Setda Pati Indah Febriana yang di langsir dari murianews.com mengatakan, saat ini proses penetapan calon kepala desa (cakades) telah dilakukan. Tercatat ada sebanyak 313 bakal calon (balon) yang mendaftar. Tetapi hanya 282 calon yang lolos ditetapkan sebagai calon kades (cakades).

Baca Juga :  The Godfather akan Tampil di Pati

“Dari calon yang ditetapkan, memang ada 15 pasang suami istri yang ikut berkompetisi,” katanya, Jumat (6/12/2019).

Sebanyak 15 pasangan suami istri itu ada di Kecamatan Tambakromo, yakni di Desa Kedalingan dan Karangwono, Kecamatan Batangan pada Desa Raci, Kecamatan Trangkil ada di Desa Kadilangu, Kecamatan Juwana pada Desa Gadingrejo dan Jepuro.

Sementara di Jakenan berada di Desa Sidoarum, Kecamatan Pucakwangi di Desa Mencon, Sitimulyo, dan Plosorejo. Kemudian di Kecamatan Winong ada pada Desa Bringinwareng, Pulorejo dan Padangan.

Baca Juga :  80.000 bibit ikan di lepas ke Waduk Gunung rowo

“Untuk di Kecamatan Dukuhseti ada pada Desa Ngagel dan Kecamatan Gembong di Desa Bageng. Jumlah itu belum lagi yang menempatkan keponakannya, anaknya, adik atau kakaknya sendiri,” ujarnya.

Sebelum penetapan calon memang ada banyak balon kades yang berasal dari calon bayangan. Yakni bakal calon yang dipasang untuk mengantisipasi kurangnya jumlah peserta dalam pilkades.

“Karena syarat dalam pilkades memang harus ada minimal ada dua calon. Maka dari itu sebagian cakades diperkirakan memasang calon bayangan. Namun setelah terpenuhi calon bayangan itu mengundurkan diri,” imbuhnya.

Baca Juga :  Rute Kirab, Pasar Imlek 2020 di Pati

Hanya saja diakuinya proses pengunduran diri calon tersebut baru bisa dilakukan sebelum proses penetapan cakades. Tapi jika proses pengunduran dirinya dilakukan setelah penetapan tidak dapat diproses.

“Seperti di Desa Winong, Kecamatan Kota penetapan calon tanggal 4 Desember tapi salah satu calonnya mundur tanggal 5 Desember. Walaupun sudah menyatakan mengundurkan diri, tapi nantinya gambarnya tetap dipasang,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.