Orang Utan di Gembong Berhasil di Selamatkan Tim BKSDA Jateng dan COP Pusat

  • Whatsapp

MargoyosoUpdate.com – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bersama Centre of Orang Utan COP Pusat Jumat sore mengevakuasi paksa orang utan yang dipelihara seorang karyawan  BPR, warga Desa Gembong, Pati. Saat dievakuasi kondisi kesehatan hewan  tersebut   sangat memprihatinkan dan tinggal di kandang berjeruji dalam kondisi tanpa kunci.
Setelah melakukan pemantauan selama hampir 1 bulan, tim BKSDA Jawa Tengah dan COP Pusat Jumat sore mendatangi rumah Kirno, salah seorang karyawan  BPR di Desa Gembong, Pati yang memiliki secara ilegal orang utan. Kondisi hewan yang dilindungi negara tersebut sangat memprihatinkan. Selain tinggal di kandang yang sangat kotor, kandang yang ditinggali orang utan jantan asal Kalimantan ini luasnya hanya dua kali 1 meter dengan jeruji yang di cor dengan tembok  tanpa kunci, sedangkan kondisi kesehatannya sangat menyedihkan karena terdapat luka yang sudah terinfeksi pada bagian telinganya, sehingga menimbulkan aroma yang tidak sedap. Untuk mengeluarkan orang utan dari kandang, petugas terpaksa membuka paksa. Tim BKSDA Jawa Tengah, Johan Setiawan mengatakan meskipun Kirno tampak kooperatif saat orang utan yang dipeliharanya dievakuasi, namun tim BKSDA tetap memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Untuk selanjutnya orang utan yang berusia 8 tahun tersebut akan di karantina di Solo hingga sembuh dan selanjutnya dilepasliarkan di hutan Kalimantan. Dari data COP, sejak tahun 2004 orang utan yang hidup bebas di alamnya  tinggal 50 ribu ekor dan dalam satu tahun terkahir tim cop telah berhasil menyelamatkan 3 orang hutan yang dipelihara secara ilegal oleh warga. (Hasanuddin – Pati)

Baca Juga :  Saatnya Akustik Punya Media "NEGERI AKUSTIK" Margoyoso

Pos terkait