Mudik Saat Pandemi Covid 19, Perantau dari Jepara Minta Cerai

  • Whatsapp
illustrasi mudik antara.com

fokusmuria.co.id, JEPARA – Beberapa perantau asal Jepara bersama-sama mudik ke kampung ditengah-tengah epidemi corona (Covid-19) untuk ajukan cerai. Perceraian jadi salah satunya fakta mereka nekat pulang kampung.

Bermacam keperluan pun mereka lakukan di tanah kelahiran itu. jumlah perkara perceraian di Kabupaten Jepara selama saat darurat epidemi Covid-19 tidak alami pengurangan.
Menurut Ketua Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Jepara, Tazkiyaturrobihah, jumlah orang yang ajukan perceraian sepanjang April termasuk tinggi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jepara, Senin (01 Juni 2020)

dilangsir dari solopos.com senin (13/04) “Selama April ini telah ada 58 masalah [perceraian] yang masuk. Sebagian besar diserahkan faksi wanita, ” tutur wanita yang dekat dipanggil Tazki

Tazki menjelaskan sebagian besar yang ajukan perceraian adalah masyarakat yang selama ini merantau ke beberapa wilayah seperti Jakarta sampai luar negeri. Perantau asal Jepara itu manfaatkan kondisi epidemi covid-19 untuk mudik ke kampung serta meminta cerai dari pasangannya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jepara, Rabu (03 Juni 2020)

“Umumnya adalah masyarakat perantau. Mereka manfaatkan kondisi covid-19 ini untuk pulang kampung serta ajukan perceraian, ” tutur Tazki.

Tazki menjelaskan perceraian itu dikarenakan faktor-faktor. Diantaranya ialah perbedaan antarpasangan sebab sudah hidup terpisah selama beberapa waktu. Perbedaan ini juga sering memunculkan konflik yang berbuntut perceraian.

“Ada yang punyai pasangan lain dalam tempat kerja. Karena itu, waktu pulang mereka langsung ajukan perceraian, ” papar Tazki.
Tazki memberikan tambahan sesudah musim mudik waktu epidemi virus corona, ia cemas jumlahnya perantau yang meminta cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Jepara. Lebih pihaknya sampai sekarang belum dapat layani mengajukan masalah dengan cara daring.

Baca Juga :  Sembuh dari Covid 19 Jepara, Pengusaha di Jepara bagi 3000 Sembako

“Pada akhirnya, kita strategii dengan lakukan pembatasan. Maksimum perhari kita layani pengajuan 5 masalah. Jam kerja kita awasi, ” katanya.
Tazki mengutarakan masalah perceraian di Kabupaten Jepara termasuk cukuplah tinggi. Selama 2020 di Jepara, telah ada 767 pasangan yang ajukan cerai termasuk juga beberapa perantau yang mudik waktu epidemi corona. Sedang, masalah yang telah ditetapkan mencapai 735 masalah.

“Tahun kemarin, jumlah perceraian di Jepara lumayan tinggi, yaitu 2.126 masalah, ” katanya.

Pos terkait