Mahasiswi KUDUS di Tangkap saat Pesta Sabu

  • Whatsapp
dok (radarkudus.com

fokusmuria.co.id, KUDUS – DIP, 22, mahasiswi asal Kudus kini harus mendekam di jeruji besi. Dirinya ditangkap tim Satreskrim Polres Kudus saat asyik pesta sabu di rumahnya Honggosoco, Jekulo, Kudus, pukul 15.00 Rabu (8/1). Pesta sabu ini dilakukan bersama dua teman prianya di kamarnya. Masing-masing berinisial NS dan HP. Stres mengerjakan tugas akhir atau skripsi menjadi alasan mahasiswi semester delapan ini mengonsumsi sabu.

”Biasanya pas lagi stres banyak tugas kuliah. Habis nyabu rasanya fresh,” kata perempuan berkulit putih ini.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Harga Gula di Kudus, Tembus 17 ribu/kilo

Mahasiswi ini mengaku sering mengonsumsi narkotika jenis itu. Dalam ingatannya, dirinya sudah nyabu sebanyak 20 kali. Sementara untuk pengakuan dua teman lelakinya, mereka sudah mengonsumsinya sebanyak 10 kali. Untuk mendapatkan barang terlarang ini, dirinya harus menebus Rp 1,2 juta per paketnya. Satu paket sabu biasanya habis untuk sekali konsumsi.

”Saya beli satu paket Rp 1,2 juta. Belinya iuran bareng teman-teman, lalu dikonsumsi bersama,” katanya.

Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi mengatakan penangkapan tiga pelaku ini berawal dari laporan masyarakat. Kegiatan yang mereka lakukan cukup membuat warga sekitar resah. Dari hasil pengembangan informasi, akhirnya tim Satresnarkoba menggrebek mereka pada Rabu (8/1) lalu sekitar pukul 15.00.

Baca Juga :  Sosialisasikan Pembukaan Tempat Wisata di Sunan Muria Lewat Ajang 'Manasi Mesin Bareng'

”Mereka sering menggelar pesta sabu di rumah DIP. Karena masyarakat resah dengan aktivitas mereka, akhirnya mereka melaporkan kepada kami,” kata Catur.

Selain mengamankan tiga orang, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga untuk menggelar pesta sabu. Di antaranya satu bungkus klip plastik berisi serbuk kristal sabu, satu buah pipet kaca berisi sabu kristal, satu buah korek api, satu buah bong dari botol plastik, dan tiga buah handphone.

Dari hasil pengembangan atas penangkapan tiga orang ini, polisi akhirnya berhasil membekuk seorang pria yang menjadi pemasok barang terlarang ini. Pria asal Jepara MM, ini merupakan seorang residivis. Sebelumnya, pria ini sudah pernah menjalani hukuman penjara selama empat tahun.

Baca Juga :  Cegah Covid-19 di Kudus, Jajaran Polres Kudus Sosialisasi ke Warung Kopi

”Saya jual di semua kalangan. Ada mahasiswa, pekerja, dan umum,” kata MM.

Atas perbuatannya itu, DI dan dua rekan prianya dijerat pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1 huruf a UU RU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara. Sementara pengedar dijerat dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1), Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan pidana paling lama 12 tahun penjara dan denda Rp 8 miiar.

sumber: radarkudus

Pos terkait