Kenapa Wanita Suka Marah, Ini Jawabannya

  • Whatsapp
[wanita suka marah]

Menurut penelitian yang dilakukan Charles Speilberger, Ph.D seorang psikologi dari University di South Florida, yang telah mendifinisikan kemarahan yang sering dialami wanita berikut solusinya sebagai berikut. Marah itu memang kadang diperlukan. namun pada situasi tertentu marah ini akan berakibat fatal pada kesehatan mental. Berikut inti yang disarikan situs tips wisata murah untuk anda ketahui

Dijaman era digital ini, kemarahan wanita tidak lagi di ekspresikan dengan visual membanting piring atau sejenisnya. Kebanyakan wanita mengobah pola dengan cara menulis status di ukun twitter atau facebook misalnya. Tapi tahukah anda, cara tersebut malah bisa menambah buruk rasa emosi di hati anda

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Tips Simpel Memakai Jilbab Modern

seperti dikutip dari Shine yang dilansir vivanews “Orang yang meluapkan kemarahannya sendiri, dalam arti hanya mencurahkan dalam akun jejaring sosial atau melalui Email, akan kehilangan betapa pentingnya argumen dan konfrontasi,” ucapnya, Intinya, Anda tetap membutuhkan kehadiran orang lain sebagai media konfrontasi. “Mengatasi masalah dengan kesendirian hanya akan memicu kemarahan itu semakin parah,” begitu menurut penelitiannya

Baca Juga :  Membuat Air Awet Muda Dengan Bubuk Sereh

Jadi kemarahan yang baru akan timbul setelah kita menulis status di akun. Dan ini jadi penyebab marah yang berakaumulasi yang dampaknya pada kesehatan mental sangat berbahaya sekali. Seperti halnya marah yang dilampiaskan leat telepon?HP ini juga tidak baik. karena mungkin bisa jadi situasi lawan bicara disana lagi ada suara gaduh atau trobel jaringan yang mekin membuat farah rasa marah, karena hati seperti meresa kurang diperhatikan

Baca Juga :  Cara Diet Tradisional Dengan Jeruk Nipis

Kemudian akan kehilangan kontrol,yang membuat tekanan darah meningkat dan irama napas menjadi cepat, jedag jedug seperti ketakutan melihat hantu. Pada beberapa kasus, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan sakit kepala mendadak. Dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Saat marah, suhu badan kita pun naik sehingga tubuh mudah berkeringat dingin layaknya orang yang lagi mengalami tekanan mental yang teramat sangat.

Pos terkait