Kekeringan Melanda, Petani Blora Merana

  • Whatsapp

MargoyosoUpdate.com – Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blora. Masyarakat mulai kesulitan air bersih, sehingga harus rela berjalan menempuh jarak jauh untuk sekedar mendapatkan air. Tak hanya itu, sejumlah petani sewa lahan juga dipusingkan oleh kekeringan sebab mereka harus menanggung kerugian karena tanah yang disewa tak produktif.
Dampak musim kemarau mulai terasa di beberapa daerah di Kabupaten Blora. Di Desa Sonorejo, Kecamatan Blora Kota, warga mulai kekurangan pasokan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari hari. Sumur-sumur warga hanya menyisakan sedikit air, sehingga tak mencukupi. Untuk mengatasi menipisnya stok air, warga terpaksa harus berburu air bersih hingga ke desa seberang. Seperti yang dilakukan Nenek Karni, yang sudah sejak 3 hari lalu harus berjalan lebih dari 1 kilometer demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum, memasak serta kebutuhan lain. Untuk mendapatkan air, Nenek Karni harus berjalan menyusuri pematang sawah dengan menggendong air di tempayan miliknya. Dengan usianya yang sudah menginjak 80 tahun, hal tersebut tentu sangat berat namun tetap dilakukan karena kekurangan air. Tak hanya dipusingkan dengan sulitnya mendapatkan air bersih, para petani di Desa Sonorejo pun turut dipusingkan dengan mengeringanya sumur sawah. Mereka tak lagi punya pilihan selain hanya membiarkan lahannya tanpa tanaman. Padahal rata-rata para petani tersebut adalah petani sewa lahan yang harus membayar uang sewa sebelum mengolah lahan. Jika tak produktif tentu mereka merugi. Warga berharap segera ada bantuan pemerintah untuk droping air. (Nur Soli – Blora)

Baca Juga :  Zona Waktu di Indonesia akan disatukan GMT+8 NKRI

Pos terkait