Jangan Panik Hadapi Corona Liwat Grafiti

  • Whatsapp
sumber: radarkudus

fokusmuria.co.id, KUDUS – Cat semprot disemprotkan oleh segerombolan pemuda di atas tembok yang tempatnya di selatan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Beberapa puluh seniman jalanan ini sedang memperingati hari grafiti se-Indonesia. Mereka sekaligus juga mengemukakan pesan jangan cemas dalam hadapi virus korona melalui karya seni grafiti.

Pengutaraan pesan itu dikatakan oleh seniman jalan itu melalui media ciri-ciri yang digambar di atas tembok. Beberapa ciri-ciri yang dilukiskan melambangkan bentuk virus korona. Sesaat tulisan yang dilukiskan tertulis don’t panic!.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Wanita ini Meninggal, Saat Belanja di Pasar Kliwon Kudus

Chandra satu diantaranya anggota Kudus Grafiti mengutarakan, ide gambar yang diusung yaitu Covid-19 atau korona.

Pesan yang diambil supaya warga jangan begitu cemas dalam hadapi virus korona. Warga perlu bertindak yang telah diinstruksikan oleh Kementerian. Seperti membersihkan tangan serta jaga gaya hidup sehat.

”Kami ingin ajak serta mengemukakan pesan sosial melalui media grafiti. Melalui pesan ini warga jangan terlalu berlebih hadapi pandemi ini,” katanya.

Baca Juga :  Angkot Kudus Berharap dapat Prioritas beli premium

Peristiwa peringatan hari grafiti Indonesia ini digunakan secara baik oleh seniman jalan di Kudus. Karena 15 Maret ini nanti akan dikukuhkan jadi hari grafiti di Indonesia. Acara itu dikerjakan serempak di semua Indonesia. Oleh karenanya, Chandra bersama dengan rekan-rekannya dapat mengubah stigma warga jika grafiti bukan sekedar hanya aksi coret-coret semata-mata. Tetapi ada suatu hal pesan yang ingin dikatakan.

Baca Juga :  Kudus di Guncang Gempa Tak ada Laporan Kerusakan

Berkaitan tempat yang diambil di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, sebab tempat itu strategis untuk mengemukakan pesan gambar yang pada warga yang lewat.

”Dengan semangat ini, kami mengharap perubahan grafiti di Kudus jadi baik. Sekaligus juga dilihat positif di mata warga. Karena pekerjaan ini bukanlah corat-coret semata-mata, tidak sama dengan vandalisme,” paparnya.

Pos terkait