Isu Pemkab Pati Menyembunyikan Data Covid 19 Pati tidak Benar.

  • Whatsapp
jamaah tabligh gowa
suasana rapat bupati dengan dewan dprd kab pati (humas pati)

fokusmuria.co.id, PATI -Bupati Pati Haryanto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Senin (20/4) di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati.

Rapat paripurna kali ini, dilakukan secara daring menggunakan video conference, mengingat saat ini berada di tengah wabah Covid-19. Para anggota Dewan dan seluruh Kepala OPD mengikuti video conference dari tempat masing-masing. Hanya Bupati, Sekda, Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD yang berada di ruang Paripurna. Namun pelaksanaan tetap menerapkan protokol kesehatan serta physical distancing.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Setelah Dr Widi Sembuh,1 Pasien Covid-19 Juwana Ikut Sembuh

Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin saat membuka acara menyampaikan bahwa menurut data yang diterima, dari 50 anggota DPRD, ada 48 orang anggota dewan yang mengikuti video conference ini.
Laporan reses disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Hardi dengan dibacakan dan disimak oleh seluruh peserta video conference.

Seusai membacakan LKPJ, Bupati Pati Haryanto juga menyampaikan perkembangan covid-19 di Kabupaten Pati. Ia mengatakan bahwa PDP per tanggal 20 April 2020 ada 12 orang. Dimana 6 orang positif dan 6 pasien lainnya masih menunggu hasil laboratorium.
Untuk ODP, Bupati menyebutkan keseluruhan ada 683 orang. Sedangkan yang telah melewati masa inkubasi ada 624 orang, sehingga ODP tersisa adalah 59 orang.

Baca Juga :  1 PDP Covid 19 Asal Pati Meninggal Dunia

Terkait data, Bupati menyayangkan banyak isu beredar tentang Pemkab Pati menyembunyikan data. Bupati pun menyatakan bahwa itu tidak benar. “Bahwa data yang kita laporkan adalah data data dari rumah sakit yang kita tempatkan menjadi salah satu rumah sakit rujukan sebagai lini ketiga dan sudah saya buatkan surat keputusan tentang itu,” jelas Bupati.

Baca Juga :  Batik Pamelo Bageng

Haryanto juga menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Jateng sudah mengetahui terkait SK tentang Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu di Lini Ketiga di Kabupaten Pati.

“Terkadang ada data pasien yang dinyatakan negatif sudah pulang, tetapi di website Provinsi Jawa tengah tidak dihapus. Itu salah satu contoh kenapa data terkadang tidak sinkron,” tegas Bupati.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu lawan covid-19

Pos terkait