Ini alasannya Pilkades Ngablak Pati di Tunda

  • Whatsapp
illustrasi radarkudus.jawapos.com

fokusmuria.co.id, PATI – Suyana tak bisa menjadi kepala desa lagi. Di “menit-menit” terakhir penetapan calon, kasus hukum yang menimpanya pada 2015 lalu menjadi ganjalan. Dia dituduh melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin.

Perbuatannya melanggar Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Tuntutannya 10 tahun penjara. menurut suyana yang dilangsir dari jawapos ”Namun hanya divonis empat bulan kurungan penjara, dengan masa percobaan delapan bulan. Dan saya tidak ada penahanan sama sekali,” t

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Selama Pandemi Covid 19 di Pati, Pemkab minta Petani Tetap Produksi

Seperti diketahui, pada 2015 lalu Suyana tersandung masalah hukum. Dia dilaporkan oleh warganya sendiri. Suyana dituduh melakukan kegiatan penambangan di tanah bengkok desa. ”Dituduh menambang tanpa izin. Padahal itu penataan sawah yang semula tidak produktif agar menjadi produktif. Hasil pasir dan batunya pun rencananya diserahkan ke kas desa. Waktu itu belum sempat dikeruk. Baru membuka jalan saja untuk masuk truk-truk,” imbuhnya.

Baca Juga :  80.000 bibit ikan di lepas ke Waduk Gunung rowo

Dalam aturan syarat pencalonan kepala desa, pada Perbup Nomor 52 Tahun 2019 pasal 16 menyebutkan bakal calon harus melampirkan surat keterangan dari Ketua Pengadilan Negeri bahwa tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan, yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih.

”Yang menjadi dalih saya tidak bisa menjadi calon kan karena klausul diancam. Bukan putusannya. Ini saya seperti dikebiri hak saya untuk dipilih. Kenapa tidak saat saya mendaftar di awal. Kalau memang apa yang menimpa saya itu dinilai sangat berat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Imbau Korpri berpartisipasti Percepat Penyemprotan Disenfeksi

Meskipun terjegal, Suyana mengaku tidak terlalu memikirkannya. Dia pasrah saja. Dengan masih berstatus sebagai kepala desa, Suyana ingin mengajak warga Desa Ngablak untuk tetap menjaga kondusivitas.

”Saya harus menjadi teladan bagi masyarakat. Jangan sampai pilkades ini semakin memanas. Semua pihak harus menahan diri, tetap sabar dan bisa menerima. Agar tercipta suasana yang sejuk di desa ini,” paparnya.

Pos terkait