HOAX! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Dibuka, Simak Penjelasannya

  • Whatsapp
prakerja gelombang 12 hoax

Fokus Muria – belakangan ini banyak sekali pesan bahwa kartu prakerja gelombang 12 di buka, namun tidak di link resmi www.prakerja.go.id.

“Satu minggu belakangan ini beredar pesan bahwa gelombang XII Program Kartu Prakerja telah dibuka. Pesan ini adalah hoaks yang bermaksud mengelabui masyarakat dan mencuri data pribadi,” jelas Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu, Minggu, 17 Januari 2021.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Ketua PBNU Kutuk Serangan Israel ke Palestina

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak memberikan informasi pribadi ke dalam situs yang bukan milik manajemen pelaksana. Adapun situs resmi manajemen pelaksana dari pemerintah ialah www.prakerja.go.id.

Belakangan, lanjut Louisa, beredar informasi mengenai pembukaan pendaftaran gelombang XII Kartu Prakerja melalui situs https://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12. Adapun situs tersebut dinyatakan bukan milik manajemen pelaksana.

Baca Juga :  Anak Nassar-Muzdhalifah Ditemukan tadi Pagi

“Itu (https://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12) adalah alamat situs palsu yang beredar. Situs resmi Kartu Prakerja adalah www.prakerja.go.id, perhatikan akhiran go.id,” pungkasnya.

Louisa menyebut, pengumuman dan segala informasi terkait Kartu Prakerja juga akan dipublikasikan oleh manajemen melalui media sosial resmi dengan akun @prakerja.go.id, yang ada di Instagram dan Facebook.

“Pembukaan gelombang 12 akan diumumkan melalui media dan media sosial resmi Kartu Prakerja, Instagram dan Facebook, dengan nama akun @prakerja.go.id,” imbuh Louisa.

Baca Juga :  Windows XP akan Segera Dimatikan, bagi Pengguna Harap Migrasi ke OS

Sebelumnya, pemerintah berencana melanjutkan program Kartu Prakerja di 2021. Dalam APBN 2021, anggaran yang disediakan untuk program tersebut sebesar Rp10 triliun, atau lebih kecil dibanding alokasi 2020, yakni Rp20 triliun.

Pada masa pandemi covid-19, program Kartu Prakerja memiliki fungsi sebagai semi bansos. Penerima manfaat mendapatkan uang senilai Rp3,55 juta.

Dengan rincian, Rp1 juta sebagai uang pelatihan, Rp2,4 juta sebagai insentif pelatihan yang diberikan selama empat kali, serta Rp150 ribu insentif pengisian survei yang diberikan bertahap tiga kali.

Pos terkait