H.M Tamzil Mantan Bupati Kudus di Tuntut 10 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Bupati nonaktif Kudus M.Tamzil di Pengadilan Tipikor Semarang. sumber: antaranews.com

fokusmuria.co.id, KUDUS – Bupati nonaktif Kudus H,M. Tamzil, yang terjegal masalah korupsi sangkaan suap ditutut hukuman 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Komisi Pembasmian Korupsi (KPK).

Tuntutan itu dibacakan jaksa KPK, Joko Hermawan, dalam sidang sangkaan masalah korupsi yang diadakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (18/3/2020).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Kemeriahan, Karnaval Haul Syekh Mutamakkin Kajen Pati

Jaksa mengatakan Tamzil dengan resmi bersalah lakukan tindak pidana korupsi seperti ditata dalam Klausal 12 huruf a UU No.20/2001 mengenai Tipikor juncto Klausal 55 ayat 1 KUHP juncto Klausal 64 KUHP.
Disamping itu, bupati nonaktif Kudus H.M. Tamzil dijaring dengan Klausal 12 B UU No.20/2001 tentan Tipikor juncto Klausal 65 ayat 1 KUHP.

“Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana pada terdakwa sepanjang 10 tahun penjara,” tutur Joko.

Tidak hanya dituntut pidana penjara, Tamzil dituntut bayar denda Rp250 juta subsider 6 bulan penjara. Tidak itu saja, jaksa tuntut hukuman uang alternatif pada Tamzil sampai Rp3,1 miliar.

Baca Juga :  Kemeriahan, Ta'sis Menara Kudus 2020

“Apabila tidak ditukar, karena itu harta bendanya dirampas untuk mengubah. Jika tidak memenuhi, karena itu ditukar dengan pidana penjara sepanjang dua tahun,” tambah Joko.

Joko menyebutkan keadaan yang memberatkan hukuman buat Tamzil sebab ia pernah diberi hukuman atas masalah sama, yaitu pidana korupsi. “Terdakwa memakai dampak kekuasaannya, memakai orang lain. Terdakwa tidak terang-terangan,” tegas Joko.
Atas tuntutan KPK itu, Bupati Tamzil mendapatkan peluang mengemukakan pembelaan. Sesudah konsultasi dengan penasehat hukum, Tamzil siap ajukan pembelaan pada sidang yang diadakan Senin (23/3/2020) kelak.

Baca Juga :  1,5 Miliar bantuan Pemkab Kudus untuk menangani Covid-19

Tamzil terlilit permasalahan hukum atas sangkaan suap serta terima gratifikasi. Suap berlangsung waktu salah satunya petinggi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Ahmad Sofyan, ingin naik jabatan serta minta tolong pada ajudan Tamzil, Uka Wisnu Sejati.

Oleh Uka, Ahmad Sofyan selanjutnya diharap uang Rp750 juta untuk memuluskan langkah naik jabatan. Info itu dikatakan Agoes Suranto yang disebut staf pakar Tamzil. Tidak hanya terima uang dari Ahmad Sofyan, Tamzil disangka terima gratifikasi sampai Rp2 miliar Berita Kudus Hari Ini.

Pos terkait