CLBK menjadi Faktor terjadinya perceraian di Kudus

  • Whatsapp

fokusmuria.co.id, KUDUS -Pengadilan Agama Kabupaten Kudus memperkirakan angka perceraian hendak bertambah menjelang serta sehabis lebaran. Tiap tahunnya, terdapat sebanyak 1. 500- an masalah yang masuk dalam pengadilan Agama.

Bertambah saat sebelum serta setelah Lebaran

Perceraian yang terjalin kerapnya merupakan cerai talak serta cerai gugat.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Total Rp34,49 miliar Anggaran gaji ke-13 untuk 6.847 PNS di Kudus

Cerai talak yaitu permohonan suami kepada untuk istri liwat pengadilan agama, Selanjutnya cerai gugat, yaitu permintaan cerai dari istri untuk suami.

menurut Ali Mufid selaku ketua kantor pengadilan agama sering kali sehabis lebaran banyak perceraian,

Aspek cerai sebab pihak ketiga, awal mulanya dari CLBK

Tingginya permasalahan perceraian di masa saat sebelum serta setelah lebaran lebih terpaut dengan tenaga kerja Indonesia( TKI) yang kembali.

Baca Juga :  Jadwal imsakiyah kudus Ramadhan 1441 H

“ Kaitannya para TKI ataupun TKW kembali ataupun gimana. Di majelis hukum agama lain tidak hanya di Kudus itu menjelang lebaran sehabis lebaran naik ekstrem,” kata ia.

Tidak cuma itu, aspek terbentuknya perceraian bisa jadi pula disebabkan sebagian karena lain. Semacam terdapatnya pihak ketiga dari ikatan itu ataupun orang ketiga dari campur tangan orangtua serta keluarga.

“ Umumnya, banyaknya sebab indikasi pihak ketiga. Awal mulanya pula kadangkala dari media sosial terdapat yang CLBK( Cinta Lama Bersemi Kembali),” ungkap ia.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Siap lakukan pembatasan jam malam di semua wilayah

Telah terdapat 275 masalah masuk ke Majelis hukum Agama Kudus

Dari informasi Majelis hukum Agama Kudus, sampai bulan Maret 2020 tercatat terdapat sebanyak 275 masalah yang telah masuk. Jumlah itu terdiri dari 202 cerai gugat, 54 cerai talak, serta sisanya masalah gugatan yang lain.

Antara lain 50 masalah permohonan masalah, 42 dispensasi nikah serta sisanya permohonan yang lain.

Pos terkait