Cegah Penularan Covid Cluster Pesantren, Santri di Kajen dipulangkan

  • Whatsapp
dok freepik.com

fokusmuria.co.id, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah berkoordinasi dengan pengasuh pondok pesantren yang santrinya positif Covid-19, memutuskan santri yang negatif Covid-19 dipulangkan ke daerah asalnya demi mencegah penularan.

“Pemulangan santri di Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati yang negatif Covid-19 tersebut setelah Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda berkoordinasi dengan pengasuh pondok dan satgas ponpes,” kata Bupati Pati Haryanto, Ahad (9/8).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan para santri boleh kembali ke pondok pesantren setelah ponpesnya betul-betul steril. Adapun santri dari luar Pulau Jawa yang belum bisa pulang akan ditempatkan di lokasi steril di luar ponpes hingga ada keluarga yang menjemput.

Adapun 26 santri yang positif Covid-19 harus menjalani karantina di pondok tersebut, lantaran tempat karantina di Hotel Kencana masih penuh. “Tetapi jika nanti yang di Hotel Kencana sudah ada yang sembuh, tentu akan kami karantina di hotel tersebut,” katanya.

Haryanto juga meminta semua pihak, khususnya kalangan pendidikan baik itu pengasuh pondok/guru, santri/pelajar, dan wali santri/orang tua murid di madrasah dan juga di sekolah umum maupun swasta bijak menyikapi hal ini.

Awalnya terdapat sembilan santri dari 105 santri di salah satu pondok pesantren yang ada di Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, yang dinyatakan positif Covid-19 pada awal Agustus 2020.

Kemudian, ditindaklanjuti dengan tes usap tenggorokan terhadap 96 santri secara bertahap dan diketahui hasilnya ada 26 santri yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pos terkait