BUMDes Kletek bersama Petani Cipta tata niaga jagung

  • Whatsapp

fokusmuria.co.id, PATI – PT. Nusapada Menanam dan PT Nusapanen pada (01/11/2019) di Desa Kletek melakukan sosialisasi dan pembinaan untuk para petani desa kletek kec.puncak wangi.

menurut Direktur Bumdes Kletek “Program teresbut memang trobosan baru untuk para petani, dalam program pemberdayaan di desa” selain itu menurut Bapak Ahmad Selaku perwakilan dari PT Nusamenaman “Program ini adalah program bagaimana sebagai petani bisa merasakan hasil tanam jagung, yaitu medampingi mulai proses menanam hinggi proses akhir yaitu dalam penjualan, karena sebagai petani sering kali ketika panen raya harga jagung sering tidak stabil:”

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Dampak Covid-19 di Pati, Nelayan Pati Mengeluh
sharing dengan bumdes kletek
Bapak Ma’ruf berkaos Putih (PT Nusapada penanam) dan Bapak Ahmad (PT Nusapanen) di Bumdes smart

dalam kesempatan tersebut juga di lakukan penyerahan jagung komposit Bisma di Dusun Desa Kletek. Penyerahan dan Panen jagung komposit ini adalah kegiatan pertama di kawasan Desa Kletek dalam rangka Program Kemitraan Bina Lingkungan PT. Nusapada Menanam dan PT Nusapanen.

Secara simbolis benih jagung komposit Bisma di serahkan oleh Bapak Ma’ruf selaku Direktur Utama PT. Nusapadamenaman kepada perwakilan petani yang hadir. Adapun perwakilan petani yang hadir berasal dari Desa Kletek Kec. Puncak wangi sebanyak 67 orang

Baca Juga :  Kegiatan H Imam Suroso Sebelum Meninggal Dunia dan Berstatus PDP Corona

Hasil panen Jagung komposit Bisma yang ada , direncanakan akan dibagikan kepada kelompok tani di seputar Pati, Grobogan. Kenapa memilih jenis jagung komposit Bisma sebagai tanaman unggulan karena sifat unggul genetiknya tidak berubah apabila dilakukan penanaman ulang dan produktifitasnya yang tinggi. menurut bapak Wijaya Ma’ruf sebagai penanggung jawab kegiatan, hasil yang pernah di capai jagung komposit asal Maros di lahan uji coba di Kabupaten Klaten, Bisma Komposit ini menghasilkan 12 sampai 14 ton jagung pipil kering .

Baca Juga :  15000 Peserta Minum Kopi dalam Peresmian Alun-alun Pati

perbedaan Jagung Bisma komposit juga lebih tahan terhadap bulai dan memiliki bobot biji 20% lebih tinggi dari pada jenis jagung hibrida. Sebagai catatan penting bagi petani penanam Bisma Komposit, sifat unggul Bisma Komposit dapat dipertahankan asal tidak tercemar oleh penyerbukan jagung jenis hibrida maupun lokal. Pada pemaparan teknisnya petani yang akan menanam Bisma Komposit dan akan di pakai untuk benih lagi harus menanam dan isolasi jarak maupun waktu yang cukup dengan jagung jenis lain.

Pos terkait