BREAKING NEWS: Pasien Positif Korona di Indonesia Melonjak Jadi 172 Kasus

  • Whatsapp
Konferensi Pers Perkembangan Kasus Korona di Indonesia
Konferensi Pers Perkembangan Kasus Korona di Indonesia

FokusMuria.co.id – Juru bicara penangan Korona di Indonesia Achmad Yurianto pada hari ini kembali memberikan kejutan yang tidak mengenakkan seputar perkembangan kasus Korona di Indonesia, pasien positif Korona melonjak menjadi 172 dari yang sebelumnya 134 kasus.

Peningkatan yang sangat signifikan ini tentu sangat meresahkan masyarakat, apalagi warga yang tinggal di Pulau Jawa dan Kepulauan Riau, pasalnya dari total 172 kasus, jumlah kasus terbanyak ada di DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan juga Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Sosialisasi Polres Cluwak dalam Penanganan Virus Corona

Yurianto juga menambahkan bahwa 172 pasien yang terdeteksi positif terjangkit virus Korona ini semuanya sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara itu pasien yang meninggal dunia masih sama seperti kemarin yaitu 5 orang.

Terkait pencegahan penyebaran virus yang memiliki nama resmi COVID-19 ini sendiri pemerintah daerah di sebagian provinsi di Pulau Jawa sudah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa mulai dari tingkat dasar hingga atau untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Tersebar Data jamaah tabligh gowa asal Pati,Ini Penjelasan Bupati

Adapun terkait hari libur untuk mahasiswa dan karyawan masih dalam tahap pembahasan, karena penetapan libur atau bekerja dari rumah untuk para karyawan membutuhkan pertimbangan dan persiapan yang matang.

Sementara itu kepanikan sudah terlihat jelas pada sektor pasar modal, hari ini IHSG ditutup dengan pelemahan 5% lebih dan sebagian besar saham-saham besar terpaksa dilakukan Suspend karena mengalami penurunan harian lebih dari 5%.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Rupiah Anjlok ke Rp 16.000/US$, Ekonomi Indonesia Mulai Terguncang

Jika kasus penyebaran virus Korona ini terus terjadi dan pemerintah tidak mampu mengantisipasinya, bukan tidak mungkin perekonomian akan terganggu, terutama rantai produksi yang berimbas pada pelemahan perekonomian secara keseluruhan.

Pos terkait