banjir melanda jawa pasuruan,pati,kudus,semarang,jakarta banjir

  • Whatsapp
banjir
HUJAN  tahunan yang datang dengan intensitas yang cukup tinggi, akir-akir ini membuat sebagian daerah terkena musibah banjir, 

 – Angin kencang tak henti menerjang wilayah Pati. Setelah tiga hari Desa Sitiluhur di porak-porandakan oleh angin kencang, kini giliran Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo Pati yang di terjang angin. Akibatnya sebuah masjid yang baru selesai dibangun roboh  di terjang angin. Kondisi sebuah masjid yang baru saja selesai dibangun ini  roboh pada atap, kubah serta sebagian dinding masjid setelah tidak kuat menahan terjangan angin kencang yang menerpa desa tersebut Selasa pagi. Menurut mandor pekerja pembangunan masjid, Ridoyo, kejadian tersebut berawal saat hujan deras mengguyur daerah tersebut. Selang sesaat kemudian tiupan angin kencang merobohkan bagian atas masjid dan sebagian dinding masjid. Beruntung saat kejadian pekerja mendengar ada retakan atap, sehingga segera berlarian keluar bangunan.
Atas kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Puing-puing bangunan masjid yang roboh menjadi tontonan sebagian warga. Ini merupakan kali kedua dalam tiga hari terakhir angin kencang merusak dan merobohkan rumah warga serta beberapa sarana umum seperti sekolah dan masjid, sumber
MargoyosoUpdate.com

KUDUS
Sejumlah warga berupaya meyelamatkan sebuah mobil yang terseret banjir di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jateng, Minggu (6/2). Beberapa desa di Wilayah Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus dilanda banjir bandang akibat curah hujan yang cukup tinggi dan menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Kudus-Pati tersendat karena jalan tergenang air.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Musim ini Banyak Ayam Sakit, Hati-hati Flu Burung

SEMARANGHujan deras yang melanda Kota Semarang sejak kemarin mengakibatkan sejumlah wilayah di kota itu dilanda banjir. Tak hanya merendam ratusan rumah di Kecamatan Tlogosari, Pedurungan, Semarang, Sekolah Dasar Negeri Muktiharjo Kidul 01 Semarang juga ikut terendam air dengan ketinggian 1 meter.

Akibatnya, ratusan siswa terpaksa dipulangkan lebih awal, lantaran seluruh ruangan sekolah terendam air. Kondisi ini telah terjadi sejak tiga hari lalu, dan hari ini merupakan banjir terparah di wilayah ini.

Baca Juga :  Expo Kampus 2013, "Sebagai Gerbang Pengenal Perguruan Tinggi" Pati

“Kita tidak bisa belajar dengan tenang. Airnya tinggi,” keluh salah seorang siswa, Agus Santoso, kepada merdeka.com, Rabu (16/1).

Pantauan merdeka.com di lokasi, akibat banjir aktivitas warga menjadi lumpuh. Banjir yang berasal dari luapan sungai Tlogosari ini juga membuat ratusan pedagang Pasar Suryo Kusumo Tlogosari resah.

Sebab, sejak pagi tadi debit air semakin tinggi dan mengakibatkan sepinya pembeli yang datang ke pasar itu.

“Ya begini ini kalau Pemerintahnya tidak mau tahu. Setiap kali hujan, kok selalu saja banjir,” keluh Maryam, salah satu pedagang.

Dia menuding banjir itu sebagai kegagalan pemerintah setempat dalam membuat drainase. Pintu air yang tidak optimal, diduga sebagai penyebab meluapnya sungai Tlogosari.

Banjir juga terjadi di kawasan Kota Lama Semarang, salah satunya di jalur menuju Gereja Blenduk dekat Mapolsek Semarang Utara dan kantor Satlantas Polrestabes Semarang.

“Air yang menggenangi kawasan tersebut sudah surut karena air yang kemarin masuk hingga ke ruang kerjanya, saat ini sudah tidak ada. Kemarin masuk kantor kira-kira 10 cm, sekarang sudah surut. Tadi malam saya memantau dengan Pak Camat, beberapa lokasi masih terendam,” kata Kapolsek Semarang Utara Sugiyanto di Mapolsek.. SUMBER http://www.merdeka.com

Baca Juga :  Warga Gabus Mulai Bersihkan sisa Reruntuhan Bangunan akibat Puting Beliung

PASURUAN– Ribuan rumah warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terendam banjir. Selain itu banjir juga merendam jalan dan pasar ikan hingga aktivitas jual beli lumpuh total.

Banjir merendam rumah warga di Kelurahan Kaliarejo, Kalianyar, Satak Manaruwi, dan Desa Tambakan di Kecamatan Bangil. Sedikitnya 3.250 rumah terendam akibat diterjang banjir kiriman tersebut.

Bahkan, akses jalan menuju empat kelurahan dan desa sentra pemasok ikan terbesar di Jawa Timur itu lumpuh akibat genangan banjir setinggi 50 sentimeter. Ratusan hektare lahan tambak siap panen ikan jenis bandeng dan udang jebol dan rusak.

Selain itu, pasar ikan dan pasar tradisional di Kelurahan Kalianyar, yang menjadi tumpuan ekonomi para petani tambak, juga tutup.

Menurut warga, banjir disebabkan gelontoran air dari wilayah yang lebih tinggi, seperti Kecamatan Prigen dan Pandaan. Akibatnya, Sungai Kedunglarangan yang melintas di empat kelurahan dan desa meluap.

“Anak saya tak bisa sekolah akibat banjir ini,” kata Suparmi, Selasa (15/1/2013) pagi.

Belum ada laporan korban jiwa dalam bencana banjir tersebut.
http://surabaya.okezone.com

JAKARTA .
sebagian besar wilayah jakarta juga terkena musibah banjir .tidak terkecualli di sebagian tugu monas,,,,,

Pos terkait