Apes! Incar Uang Rp.200 jt, Pencuri di Kudus dapat pakaian Kotor

  • Whatsapp
Incar Tas Berisi Uang Rp 200 Juta Milik Nasabah Bank di Kudus, Residivis Ini Dapat Pakaian Kotor tribunews
Dok Foto/antaranews

fokusmuria.co.id, KUDUS – Pencurian nasabah bank terjadi di Kudus, Jawa Tengah. Tindakan pencurian itu tidak berhasil sebab pelaku RD (43) ketahuan masyarakat.

RD adalah terpidana (narapidana) yang bebas lewat program asimilasi dari Lapas kelas II B Klaten.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Kudus, Minggu (17 Mei 2020)

Ia dibekuk Satreskrim Polres Kudus sesudah kembali lagi berulah.

RD yang diketahui sebagai anggota gerombolan pencuri yang populer di pulau Jawa terkena batunya dalam aksinya kali ini. (baca juga : pembatasan jam malam di seluruh wilayah kudus)

Tas punya seorang nasabah bank di Kudus yang digondol RD rupanya berisi baju kotor.

Walau sebenarnya, RD yang sudah mengikuti korban semenjak bertransaksi di bank, mengincar tas korban yang berisi uang tunai RP 200 juta.

“Pelaku ini salah ambil tas.

Baca Juga :  Nikmatnya, Getuk Nyimut Kajar

Tas yang dicurinya rupanya didalamnya baju kotor.

Apesnya lagi ia ketahuan masyarakat, ” kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto dilangsir dari kompas.com, Jumat (15/5/2020).

Diterangkan Rismanto, tindakan perampokan ini berjalan waktu korban memarkirkan mobil pikapnya di muka toko alat pertanian di Kudus akhir bulan kemarin.

Waktu itu korban barusan keluar dari Bank selesai ambil uang.

Tanpa ada pikirkan panjang, RD yang semenjak awal menguntit langsung mendekati pikap korban yang waktu itu ditinggalkannya.

RD langsung buka pintu pikap yang tidak digembok oleh korban itu serta membabat tas yang berada di jok.

Baca Juga :  Akan dijadikan sebagai tempat Karantina Pemudik Rusunawa Kudus Menjadi Sepi

“Walau sebenarnya tas yang berisi uang Rp 200 juta itu di taruh di dasbor.

Waktu itu tindakan aktor diketahui masyarakat sampai kami bekuk.

Pelaku ini anggota barisan Palembang, ” papar Rismanto.

Satreskrim Polres Kudus sekarang ini masih berusaha mendalami masalah perampokan itu.

Menurut Rismanto, pelaku disangka tidak aktif sendirian waktu beraksi.

Team penyidik menyangka ada pelaku lain yang telah menggenggam peranannya masing-masing.

“Tindakan ini jelas telah diatur matang.

Pos terkait