Akhir kasus leles pati, Pihak keluarga meminta maaf

  • Whatsapp
akhir kasus leles pati
akhir kasus leles pati
illustrasi (google.com)

Akhir kasus leles pati, Pihak keluarga meminta maaf

FokusMuria.co.id, Pati – Info Jateng kali ini yaitu kasus pencurian kayu di Desa Srikaton Kecamatan Jaken , akhrinya pihak terdakwa kasus pencurian kayu di Desa Srikaton Kecamatan Jaken mendatangi kantor desa setempat untuk meminta maaf kepada Kepala Desa Srikaton Endah Dwi Winarni. di langsir dari wartaphoto.net Pada permintaan maaf itu, pihak Leles selaku terdakwa diwakili oleh Sudarko dan perwakilan keluarga secara terbuka menyampaikan permintaan maafnya disaksikan para perangkat desa dan camat Jaken selaku fasilitator, (05/09/19).

Baca Juga :  Polsek Gembong grebek judi dadu Kopyok

Dari pihak Leles, Sudarko mengatakan bahwa pertemuan semacam ini sebenarnya bisa dilakukan jauh-jauh sebelumnya. Sehingga menurutnya, tidak ada kata terlambat.

Bacaan Lainnya

“Karena yang bersangkutan masih di LP, maka perwakilan Leles yang minta maaaf dan dimaafkan oleh Bu Kades. Jadi permasalahan ini tidak perlu dibesar-besarkan, semoga cepat selesai sehingga berita yang berkembang di media nanti tidak ada yang menyalahkan sana sini,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinsos Sediakan Hotline, Pengaduan Bagi Masyarakat Miskin di Pati belum dapat Bantuan

Sementara menanggapi permintaan maaf itu, Kepala Desa Srikaton Endah Dwi Winarni mengatakan bahwa sebagai kepala desa dan dituakan, sudah memberikan maaf kepada Leles. Endah menyebut, jika pemberian maaf secara tertulis untuk Leles nantinya bisa meringankan, maka akan segera diberikan.

“Karena bagaimanapun juga ia adalah anak saya (warga). Tetapi untuk hukum sendiri kita tidak bisa mengintervensi karena sudah melangkah ke pengadilan. Biar nanti pengadilan yang memutuskan. Intinya dengan ikhlas hati, saya pribadi sudah memaafkan Leles,” tanggapnya.

Baca Juga :  Gubernur Jateng Menetapkan Status Tanggap Darurat Pandemi Corona

Pada kasusnya, terdakwa Leles telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam pasal 362 KUHP. Ia telah mencuri beberapa pohon kayu di ladang milik Kepala Desa setempat. Saat ini, terdakwa sudah beberapa kali menjalani persidangan. Direncakan, penetapan akan dilakukan pada (10/9) mendatang. (Redaksi)

Pos terkait