Abdullah Assofi Kades di Kudus Termuda 25 Tahun

oleh

fokusmuria.co,id, KUDUS – Ada yang menarik pada pelantikan kepala desa di 116 desa di Kabupaten Kudus, Selasa (17/12). Ada sosok kades termuda yang awalnya berprofesi sebagai seorang sopir.

Kades termuda berasal dari Desa Wates Kecamatan Undaan

Ia adalah Abdullah Assofi. Ia menjadi kepala desa termuda di Kudus yang dilantik Plt Bupati Kudus HM Hartopo di Pendapa Kabupaten Kudus. Pria yang mengaku masih lajang ini masih berusia 25 tahun.

Hal ini menjadikan dia sosok kades termuda dari 116 desa lainnya yang baru dilantik. Tidak hanya itu dia juga kesehariannya adalah seorang sopir.

Baca Juga :  15 Desa di Kudus, Rawan Money Politic

“Kesehariannya sopir. Masih kuliah di STAIN Kudus. Ini masih seperti semester 13,” kata dia saat dijumpai di pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (17/12).

Berawal dari keinginan mengabdi kepada Masyarakat

Ia menceritakan, awal mula keinginannya mencalonkan diri sebagai kepala desa adalah untuk mengabdi kepada masyarakat. Terutama menunaikan gagasan generasi muda untuk kemajuan di desa.
“Sebagai pemuda, millennial untuk memberikan gagasan kepada masyarakat desa untuk mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Polsek Dawe Bubarkan Kerumunan Sepeda

Terkait visi misi, ia akan segera melaksanakan program kerjanya sesuai dengan visi misi. Seperti membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat desa.

“Kalau dana desa, tentunya saya akan masih belajar terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sebanyak 114 kepala desa dan dua PJ kepala desa dilantik oleh Plt Bupati Kudus

Sementara itu, Ada sebanyak 114 kepala desa dan dua PJ kepala desa bersaamaan dilantik di pendapa Kabupaten Kudus oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo. Para kades juga diajak untuk melakukan penandatanganan fakta integritas.

Baca Juga :  Plt Bupati Kudus Hartopo Apresiasi Perusahaan Terkait Menanganan Covid 19

Dalam sambutanny, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan kepada kepala desa yang baru dilantik untuk segera bekerja. Bekerja dengan transparan dan jujur.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga meminta agar para kepala desa ini segera menyusun RPJMdes. Dalam waktu tiga bulan maksimal, RPJMDes tersebut harus sudah selesai.

Tidak hanya itu, pelayanan hingga pembangunan daerah untuk segera nantinya dilakukan. Hal itu demi semata-mata untuk masyarakat.

“Harapannya harus transparan dan jujur,” tambahnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.