7 Pemuda Mengeroyok pegawai Hotel di bandungan

  • Whatsapp
pengeroyokan hotel bandungan
illustrasi

fokusmuria.co.id, SEMARANG – Sekitar tujuh pemuda diamankan aparat Polsek Bandungan, Kabupaten Semarang, sebab aniaya karyawan Hotel Dua Putra, tempat mereka berjumpa. Tindakan itu dilaksanakan karena diperingatkan korban sesudah mereka bising di kamar hotel, Selasa (26/5/2020).

Ke-7 pemuda itu yaitu WS, 16, masyarakat Ambarawa; MW, 16, masyarakat Bandungan; Tri Yuliyanto, 18, masyarakat Sumowono; serta Arief Widiyanto, 24, masyarakat Jimbaran. Disamping itu ada Mulyanto, 18, masyarakat Jimbaran; Tri Agung Setiawan, 21, masyarakat Bandungan; serta Singgih Pambudi, 18, masyarakat Bandungan.

Kapolsek Bandungan, Iptu Sugiyarta, mengutarakan awal insiden 7 pemuda itu aniaya karyawan hotel. Ini berawal waktu tersangka aktor Singgih Pambudi serta MW buka kamar di Hotel Dua Putra. Selanjutnya, hadirlah rekan-rekan mereka hingga keseluruhan ada 8 orang di kamar hotel.

“Sebab di kamar mengganggu kenyamanan serta bising, hingga ditegur karyawan yang namanya Arbian Dimas,” kata Sugiyarta, Rabu (27/5/2020).
Tidak terima ditegur, terjadi beradu mulut hingga berlangsung pemukulan yang dilaksanakan Arief Widiyanto pada Arbian.

Tindakan 7 pemuda menganiaya karyawan itu membuat keadaan di seputar Hotel Dua Putra jadi ramai. Lebih, hotel itu ada di dekat perkampungan. Masyarakat yang berjaga di pos juga tiba serta langsung ke arah tempat untuk amankan 7 orang itu.

“Petugas yang mendapatkan laporan insiden itu langsung ke arah tempat supaya tidak ada kericuhan yang semakin besar,” kata Sugiyarta.

Dibebaskan
Menurut Sugiyarta, waktu polisi tiba ada seseorang wanita di kamar hotel itu. Meskipun begitu, wanita itu tidak ditahan serta cuma diharap memberi info. Ini sebab ia bukan satu dari 7 pemuda yang disangka menganiaya karyawan hotel.

Sugiyarta akui tujuh tersangka aktor penganiayaan itu sekarang ini telah dibebaskan. Mereka cuma diberi pembinaan serta membuat surat pengakuan.

“Mereka kita kasih pembinaan, membuat surat pengakuan, orangtuanya dipanggil untuk menjemput. Serta beberapa pembuat onar itu harus apel satu minggu 2x,” tutur Sugiyarta.

Belumlah ada info apa motif beberapa pemuda itu bergabung pada sebuah kamar hotel saat akan ditegur serta menganiaya karyawan itu.

Pos terkait