6 tahun perda tentang karaoke terbit, Hasil NOL besar

  • Whatsapp

fokusmuria.co.id, PATI – Sejumlah ormas kembali mempertanyakan penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Diantara sekian perda yang telah dibikin pemerintah daerah, hanya perda tersebut yang masih dengan terang-terangan dilanggar isi produk hukumnya. Hal itu dibuktikan dengan masih bebasnya karaoke-karaoke ilegal di Bumi Mina Tani beroperasi. Jumlahnya hingg ratusan.

dilangsir dari jawapos.com , ada ratusan tempat karaoke ilegal yang bertebaran di sudut-sudut wilayah Pati. Mulai dari yang di pinggir jalan, hingga warung-warung kopi yang juga dilengkapi karaoke.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Bupati Pati Angkat Bicara Soal Kenaikan BPJS Kesehatan

Rosi Syuriah PC NU Kabupaten Pati KH Aniq Muhamadun mengungkapkan, pihaknya sudah berkali-kali melakukan audiensi terkait karaoke ilegal yang melanggar perda tersebut. Terhitung sudah lima kali. Dengan hasil yang nol besar.

Menurut beliau dalam Coffe morning di Mapolres Pati ”Tidak ada tindakan berarti. Karaoke-karaoke yang melanggar perda itu masih saja bebas beroperasi. Kami berharap ada komitmen pemerintah daerah untuk menegakkan perda tersebut,”

Baca Juga :  219 Desa di Kabupaten Pati Siap Ikuti PILKADES,Ini Pesan Bupati Pati

Sementara itu Bupati Haryanto mengakui, pihaknya masih kesulitan dalam menegakkan perda itu. Salah satunya terkendala dampak sosial. Namun pihaknya tetap bertekad untuk menegakkan aturan yang telah dibuat.

”Hanya karaoke yang menjadi fasilitas hotel saja yang legal. Kurang lebih hanya ada lima hotel. Seperti di Hotel Safin, One Hotel, Hotel New Merdeka, dan lainnya. Kemarin kami juga menolak satu hotel yang mengajukan perizinan adanya karaoke. Karena memang tak sesuai aturan,” paparnya.

Baca Juga :  OPD di Kab Pati, Wajib daftar BPJS Ketenagakerjaan

Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengungkapkan, pihaknya akan menjalin kerja sama dalam penegakan perda itu. ”Beberapa kali kami berkeliling kecamatan. Masyarakat banyak yang mengungkapkan keresahan mereka tentang adanya tempat hiburan karaoke yang ilegal itu. Masyarakat terutama para ibu-ibu merasa terganggu dengan hal itu,” kata Kapolres.

Lebih lanjut, pihaknya akan siap bekerja sama dengan Satpol PP dan juga Kodim dalam menengakkan perda itu. Walaupun penegak aturannya adalah Satpol PP. ”Kami akan siap membackup penegakan perda tersebut. Sehingga nanti saling mendukung,” imbuhnya.

Pos terkait