6 Desa di Kudus, belum mencairkan Dana Desa tahap ke III

  • Whatsapp

fokusmuria.co.id, KUDUS — Akhir tahun tinggal menghitung hari. akan tetapi ada enam desa di Kudus yang belum mencairkan Dana Desa tahap ketiga.

Demikian catatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus yang dilangsir dari solopos.com, Rabu (25/12/2019). Alasan belum diajukannya pencairan Dana Desa tahap ketiga itu karena berbagai sebab.

Bacaan Lainnya

Dua Desa di Kudus belum mencairkan Dana Desa tahap 2 dan 3

“Dari keenam desa, tercatat ada tiga desa yang belum mencairkan tahap kedua, yakni Desa Janggalan, Kauman dan Gamong,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono Murwanto.

Baca Juga :  Seminar Vocal Nasional JQH IAIN Kudus

faktor penyebab belum mencairkan dana desa

Ia mengungkapkan dari ketiga desa tersebut, ada yang karena faktor kekhawatiran penggunaan dananya tidak sesuai aturan sehingga memilih untuk tidak mencairkan atau tidak melaksanakan program kegiatan yang sudah direncanakan.

Pada saat itu, lanjut dia, di Kudus memang tengah berlangsung pemilihan kepala desa secara serentak sehingga dimungkinkan hal itu ikut berdampak terhadap kepala desa dalam memutuskan program kegiatannya dijalankan atau tidak.

LPJ dana desa belum selesai

Sementara untuk Desa Gamong sedang ada permasalahan yang tengah ditangani oleh pihak Inspektorat Kabupaten Kudus, sehingga untuk pencairan tahap dua dan tiga terkendala. Pencairan Dana Desa untuk tahap ketiga sendiri terdapat persyaratan minimal sudah terlaksana 75%, sedangkan laporan pertanggungjawaban minimal 50%.

Baca Juga :  Tradisi, dandangan kudus 2020 ditiadakan

Untuk pencairan Dana Desa tahap ketiga, tercatat selain Desa Janggalan, Kauman dan Gamong juga ada Desa Demangan, Glantengan dan Lau. Meskipun pencairan Dana Desa tahun 2019 tidak tuntas, masing-masing desa tersebut masih bisa memanfaatkan dana tersebut pada tahun anggaran 2020.

Guna menghindari kasus serupa terulang pada tahun 2020, maka semua kepala desa perlu memiliki pemahaman soal aturan dalam penggunaan Dana Desa sehingga penyerapannya bisa maksimal.

menurut Camat Kota Endah Pramudyawati dilangsir dari solopos.com Penyebabnya yaitu karena ada yang tidak bisa digunakan mengingat wilayahnya yang cukup sempit selain itu beliau juga membenarkan ada empat desa di Kecamatan Kota yang belum mencairkan Dana Desa tahap kedua dan ketiga.

Baca Juga :  Plt Bupati Kudus Hartopo Apresiasi Perusahaan Terkait Menanganan Covid 19

Sementara desa lainnya, kata dia, karena pertimbangan program yang terlalu mengada-ada, sehingga dipilih tidak dilaksanakan. Untuk tahun 2020, semua desa yang lahannya terbatas perlu ada kajian potensi desa agar Dana Desanya bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan potensi desa.

Pencairan Dana Desa sendiri dilakukan melalui tiga tahap, untuk pertama sebesar 20%, tahap kedua dan ketiga masing-masing sebesar 40%. Alokasi Dana Desa yang diterima Kudus pada tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 hanya Rp122,06 miliar sedangkan tahun 2019 mencapai Rp139,08 miliar.

Pos terkait