300 Pekerja di Semarang kena PHK kata Disnaker

  • Whatsapp

fokusmuria.co.id, SEMARANG – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang mengklaim baru 300-an pekerja di daerah itu yang menjadi korban (PHK). Tapi diakui tidak hanya ke-300-an buruh ter-PHK itu masih ada juga data 17. 000 buruh yang dirumahkan.

Keadaan memprihatinkan itu adalah efek penyebaran virus corona. Sejumlah besar buruh yang ter-PHK serta dirumahkan itu adalah pekerja pabrik industri garmen.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  348 orang, ikuti seleksi PPK PILKADA BLORA 2020

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, menjelaskan pekerja yang menjadi korban PHK akan memperoleh pesangon sejumlah 3x upah. Sedang pekerja yang dirumahkan cuma memperoleh upah bulanan serta tidak memperoleh gaji produksi.

Banyak perusahaan atau pabrik lakukan PHK sebab mereka tidak dapat bayar gaji pekerjanya, tetapi berkaitan penggajian ini tiap perusahaan punyai kebijaksanaan semasing, ” tutur Djarot, Rabu (8/4/2020).

Djaror memberikan contoh buat menghindari PHK ada perusahaan yang menetapkan skema sif dengan membagi hari masuk. Tetapi dengan resiko pemangkasan gaji. Ini dilaksanakan karena kemampuan produksi perusahaan bisa jadi menurun sampai 50% gara-gara Covid-19.

Baca Juga :  Ganjar ingatkan Tak menempelkan stiker Kepala Daerah pada bantuan sosial

Pengurangan produksi itu dikarenakan oleh pengurangan daya beli serta kekurangan bahan baku. “Banyak perusahaan atau pabrik yang mengimpor bahan bahan baku, sesaat sekarang proses export-impor terhalang, ” jelas ia.

Lihat jumlahnya pekerja alami PHK, Pemkab Semarang memberi dukungan dengan training ketrampilan. Beberapa pekerja dikasih training bagus untuk tingkatkan ketrampilan yang telah dikendalikan atau ketrampilan baru supaya bisa kerja dalam tempat lain.

Karena itu, buat pekerja yang menjadi koraban PHK atau dirumahkan diarapkan aktif melapor pada Dinas Tenaga Kerja. Pekerja yang kehilangan pekerjaan ini jadi target batuan sosial yang diberi Pemkab Semarang. Pertolongan bermanfaat untuk jaring pengaman sosial masyarakat yang terpengaruh lewat cara ekonomi karena covid-19.

Baca Juga :  Sebaran Corona di jawa tengah, 30 April 2020

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Gunadi memberikan tambahan pada pendistribusian step pertama target paket sembako itu pasien Covid-19 serta keluarganya. Baik mereka yang dengan status positif, PDP, atau ODP.

Walau demikian, paket sembako mengarah buruh pabrik, pedagang kaki lima (PKL), serta aktor usaha kecil menengah (UKM) yang kehilangan penghasilan. Paket sembako itu berisi beras, minyak goreng, terlur, mi instant, serta teh.

Pos terkait