27.906 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

oleh
menara sunan kudus

Fokusmuria – Tradisi pembagian nasi buka luwur di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, masih tetap dilakukan meskipun pandemi Covid-19.

namun pembagiannya di masing-masing kecamatan dengan menyiapkan 27.906 bungkus nasi buka luwur.

“Tradisi buka luwur tahun ini memang meniadakan antrean untuk mendapatkan nasi buka luwur menyusul masih dalam masa pandemi Covid-19. Gantinya dibagikan ke masing-masing kecamatan,” kata Muhammad Nadjib Hassan, di Kudus, Sabtu 29 Agustus 2020.

Dikutip Fokusmuria.co.id dari Antara mengungkapkan nasi buka luwur yang dikenal dengan nasi uyah asem didistribusikan ke sejumlah daerah yang terdapat sumber mata air di sembilan kecamatan.

Baca Juga :  Sosok Yuli vera ayu lestari yang Viral di Kudus

Mereka, kata Nadjib, yang sebelumnya mengikuti kirab “banyu panguripan” beberapa waktu lalu untuk dibagikan kepada masyarakat.

Atas kondisi tersebut, dia berharap, pengertian masyarakat Kudus terkait dengan tidak adanya antrean di seputar menara, mengingat masih dalam masa pandemi.

“Dengan pembagian ‘brekat’ (berkat) yang tersebar di sembilan kecamatan dan tempat lainnya, kami harapkan hubungan baik masyarakat Kudus terus terjaga,” ujarnya.

Juru Bicara Panitia Buka Luwur Sunan Kudus, Muhammad Kharis menambahkan dari total 27.906 bungkus nasi buka luwur yang dibagikan.

Baca Juga :  1.033 Calon Jamaah Haji Kudus bakal dapat Surat Pembatalan

meliputi 26.074 nasi bungkusan untuk masyarakat umum dan nasi buka luwur yang berjumlah 1.832 keranjang diberikan kepada tokoh masyarakat, kiai, pejabat, tamu undangan, pekerja, dan panitia.

Total nasi buka luwur yang tahun ini, disebutkan memang berkurang dari tahun sebelumnya karena tahun 2019 mencapai 33.662 bungkusan dan 2.396 keranjang.

Alokasi nasi buka luwur untuk masing-masing kecamatan bervariasi.

seperti Kecamatan Bae mendapatkan sebanyak 830 bungkus. Kecamatan Dawe sebanyak 1.955 bungkus, Kecamatan Gebog sebanyak 3.055 bungkus.

Kecamatan Jati sebanyak 2.880 bungkus, Kecamatan Jekulo sebanyak 930 bungkus, Kecamatan Kaliwungu sebanyak 2.105 bungkus.

Baca Juga :  Pabrik di Kudus Mulai PHK Karyawan Dampak Covid 19

Kecamatan Kota sebanyak 1.405 bungkus, Kecamatan Mejobo sebanyak 880 bungkus dan Kecamatan Undaan sebanyak 1.105 bungkus.

“Selebihnya untuk lain-lain, termasuk yang bersedekah,” ujarnya.

Tradisi buka luwur diselenggarakan setiap 10 Muharam atau pada Sabtu 29 agustus 2020, merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.

Sementara tradisi buka luwur dengan membagi-bagikan nasi uyah asem sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam dan pembagian bungkus nasi uyah asem disimbolkan sebagai kesejahteraan masyarakat.***

No More Posts Available.

No more pages to load.