,

Jangan Heran, 2 Jenis Aset Investasi Ini Merah Karena Virus Korona

oleh
Logo Bursa Efek Indonesia
Logo Bursa Efek Indonesia

FokusMuria.co.id – Orang yang sudah terjun kedalam dunia Investasi untuk waktu yang lama mungkin tidak akan begitu terkejut, namun bagi Anda yang baru terjun ke dunia Investasi, meranhnya portofolio aset investasi Anda pada saat ini adalah dampak dari penyebaran virus Korona.

Tidak hanya menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat, virus yang memiliki nama resmi COVID-19 ini juga menimbulkan kepanikan dipasar Modal. Setidaknya ada dua instrumen investasi yang paling terdampak Korona pada saat ini.

Baca Juga :  Hati-hati! Beginilah Cara Virus Korona Menyebar dengan Cepat

Adalah Saham dan Reksadana, dua aset investasi yang ikut terjun bebas karena dampak dari kepanikan yang ditimbulkan oleh virus Korona, kepanikan paling terasa adalah pada bursa saham.

Sejak awal tahun 2020 hingga kini nilai IHSG sudah merosot lebih dari 20%, kondisi ini adalah akibat dari turunnya saham-saham perusahaan besar seperti Astra, BCA, Indofood, Unilever hingga saham bank BUMN seperti BRI, Mandiri dan BNI.

Jika Anda baru terjun kedalam dunia investasi maka kondisi pada saat ini adalah momen yang tepat untuk mempelajari lebih jauh tentang pasar index, saham adalah aset investasi yang nilainya paling fluktuatif dibandingkan aset investasi lainnya seperti Emas dan Reksadana.

Baca Juga :  Asik! Pemerintah Siap Bagi-bagi Duit untuk 89 Juta Penduduk Indonesia

Namun demikian ada juga aset Reksadana yang mengalami performa yang menurun, Reksadana Saham adalah jenis Reksadana yang pada saat ini mengalami penurunan seiring dengan penurunan IHSG.

Untuk Reksadana Pendapatan Tetap atau Obligasi masih cukup stabil meski kadang naik turun, dan Reksadana Pasar Uang masih menunjukan tren kenaikan hingga saat ini.

Baca Juga :  Jawa Tengah Siaga Korona, Inilah Tipe-tipe Pasien yang Harus Anda Ketahui

Korona adalah virus asal Wuhan, China yang sudah di tetapkan WHO sebagai Pandemi Global, hingga saat ini sudah menginfeksi lebih dari 100 ribu orang dengan ribuan diantaranya meninggal dunia.

Pemerintah China sendiri menyatakan kalau puluhan ribu pasien di negara mereka sudah mulai pulih dan diperbolehkan pulang, namun malangnya untuk Indonesia, wabah ini baru terdeteksi penyebarannya pada saat ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.