11 Puskesmas di Pati Berlakukan Antrean Online

  • Whatsapp
antrean puskesmas pati
foto: humas pati

fokusmuria.co.id, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mengeluarkan Skema Urutan Online Terpadu dengan Bridging Skema Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) daerah Kabupaten Pati serta RSUD Soewondo Pati, lewat Aplikasi Mobile JKN. Peluncuran dilaksanakan Bupati Pati Haryanto, di Pendapa Kabupaten, Kamis (28/5/2020).

Bupati Pati Haryanto menghargai pemberlakuan antrean dengan cara online. Ditambah lagi, menurut dia Kabupaten Pati yang pertama kali di Indonesia mengaplikasikan aplikasi antrean online itu.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Sore ini, 1 PDP di Pati Positif Covid-19

“Ini adalah salah satunya kesuksesan yang mengagumkan,” jelas Haryanto.

Sekarang ini, sambungnya, telah ada 11 puskesmas di Pati yang sudah mengaplikasikan skema itu. Diinginkan pengembangan itu bisa diterapkan pada 18 puskesmas yang lain.

“Sedang 18 puskesmas yang lain, akan saya picu agar bisa seperti 11 puskesmas lain, yang sudah mengaplikasikan. Karena ini mempermudah layanan pada warga. Dengan begitu warga tidak bosan menanti antrean,” tuturnya.

Baca Juga :  Enam Kecamatan di Kabupaten Pati Mengalami Kekeringan

Kepala BPJS Pati Tarmuji menjelaskan, dicetuskannya aplikasi urutan online itu, sebab pihaknya lihat warga pemakai BPJS yang sering menanti urutan yang lama saat berobat.

“Yang seringkali kami dapatkan adalah, pasien tiba berobat itu pagi-pagi sekali, serta subuh sudah cari antrean. Maka dari itu, adanya aplikasi ini, pemakai BPJS yang akan berobat tidak perlu tiba pagi-pagi cari barisan,” tuturnya.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi, Karang Taruna Gading Rahayu Pohgading Bagi Bansos

Diterangkan, lewat aplikasi itu, mereka dapat tiba waktu dekati nomor barisan. Jadi, mereka menanti di dalam rumah serta dapat melakukan aktivitas dahulu. Begitupun saat pasien mendapatkan rujukan ke rumah sakit.

“Dapat diawasi. Jadi jika nomor antrean telah mendekati, dapat selanjutnya tiba ke tempat. Harapannya dengan aplikasi ini, pasien yang berobat di puskesmas tidak perlu menanti lama. Cukup 1/2 jam atau satu jam. Mudah-mudahan ini jadi hal yang baik, lebih sekarang ini ditengah-tengah situasi epidemi,” sambungnya.

Pos terkait