11 Perusahaan Tiongkok, Masuk Jawa Tengah

  • Whatsapp

FokuSemarang-Dampak dari perang dagang antara Negara Amerika dan Tiongkok, akhirnya menguntungkan bagi Indonesia, pasalnya perusahaaan tersebut memilih Jawa Tengah sebagai lokasi pabrik produksi mereka.

 Ikmal Likman sebagai deputi perencanaan badan koordinasi penanaman modal (BKPM) dalam situs murianews.com memberi bocoran bakal ada 11 perusahaan dari negeri tirai bambu yang akan pindah ke jawa tengah, beliau juga mengatakan perusahan tersebut akan melakukan proses relokasi mulai akhir tahun ini.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Jadwal imsakiyah ramadhan 2020 Kab PATI
11 Perusahaan Tiongkok, Masuk Jawa Tengah
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kiri), berbincang dengan Deputi Perencanaan BKPM, Ikmal Lukman, di Kota Semarang, Jateng, Senin (16/9). (Foto: Pemprov Jateng)

  “Kita tidak mau kehilangan momentum ini lagi, setelah tidak satupun dari 33 perusahaan yang masuk ke Indonesia. Maka ini kita siap-siap agar kesempatan ini tidak terlepas lagi,” tandas beliau.

 Sebagian besar perusahaan tersebut bergerak dalam bidang furniture,  Ini dilakukan setelah pihaknya melakukan mapping di sejumlah daerah di Indonesia, dan Jateng dianggap paling cocok. Namun dia belum bisa membocorkan berapa total investasi yang bakal masuk.

 Jateng ini kan sentra industri mebel nasional dengan kontribusi 80 persen. Kami mencari lokasi tepat untuk relokasi. Untuk relokasi ini salah satu parameter utamanya adalah ketersediaan lahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Update Covid 19 Pati, 4 Kecamatan Zona Merah

 Ikmal juga berpendapat, Kendal, Pemalang dan Sukoharjo merupakan daerah paling potensial. Dia mengatakan hal-hal mendasar seperti lahan dan infrastruktur di daerah tersebut bisa jadi daya tarik tersendiri.

 “Infrastruktur dasar, listrik dan jalan. Jalur transportasi logistik sangat baik. Mereka kan itu permintaannya. Awal Oktober BKPM berkunjung ke sentra industri furniture China. Setelah mendapat kepastian di Jawa Tengah, November akan bertemu dengan presiden dan Desember harapannya sudah terealisasi,” terangnya.

 Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, tiga wilayah yang ditunjuk BKPM itu telah memang terfokus untuk pengembangan industri.

Baca Juga :  Peringatan HAORNAS JATENG 2020,Kabupaten Pati di Lakukan Secara Virtual

 Bahkan Kendal juga disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) setelah memiliki Kawasan Industri Kendal (KIK).

 “Jawa Tengah memang didorong untuk gas pol. Karena dijadikan penyangga utama pertumbuhan ekonomi nasional. Maka PMDN (penanaman modal dalam negeri) dan PMA (penanaman modal asing) kita dorong,” kata Ganjar, Selasa (17/9/2019).

 Ganjar menyebut, meski saat ini industri yang berkembang di Jawa Tengah masih di sektor tekstil dan turunannya termasuk furniture, namun tidak menutup kemungkinan bagi industri lain untuk masuk. Khusus untuk menyikapi relokasi perusahaan China tersebut pihaknya bakal menyiapkan cluster-cluster wilayah.

 “Salah satu kekuatan di Jawa Tengah tekstil dan turunan tekstil, makanan dan minuman, dan furniture. Nanti kita buat great. Kalau berkenan, jika BKPM ke China kawan-kawan bupati diajak biar langsung paparan dan bisa deal,” katanya.

Pos terkait